Pesta Inggris di Bristol: India Tersungkur, Rekor Buruk Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Inggris mencatat kemenangan perdana di seri T20 melawan India setelah menang sembilan wicket di Bristol.
- India menelan kekalahan kelima berturut-turut di T20, memperpanjang catatan terburuk mereka.
- Kapten baru Shreyas Iyer kini menghadapi tekanan besar setelah timnya tanpa kemenangan di seri ini.

Inggris akhirnya memecahkan telur dalam sejarah pertemuan T20 melawan India. Dalam laga keempat di Bristol, Selasa (10/6) malam, tim tuan rumah menang telak sembilan wicket dan memastikan kemenangan seri 3-0 yang tak terbantahkan. Kekalahan ini juga menjadi yang kelima berturut-turut bagi India di pertandingan T20 yang selesai—rekor terburuk mereka sepanjang masa.
Menargetkan 159, Inggris mencapai skor tersebut hanya dalam 13,5 over berkat kemitraan gemilang antara kapten Harry Brook (79 dari 35 bola) dan Phil Salt (59 dari 42). Salt bahkan tidak mencetak run dari sembilan bola pertamanya, namun kemudian melesat. Kemenangan ini melengkapi dominasi Inggris setelah pertandingan pertama di Chester-le-Street diguyur hujan.
Bagi India, ini adalah rangkaian kekalahan yang memprihatinkan. Sebelumnya, mereka juga takluk dua kali dari Irlandia. Tekanan kini menumpuk di pundak Shreyas Iyer, yang baru ditunjuk sebagai kapten T20 India pada awal Juni. Meskipun ia bermain gemilang dengan 80 run tak terkalahkan dari 49 bola, rekan-rekannya gagal memberikan dukungan berarti. Enam wicket pertama India semuanya jatuh akibat tangkapan bola tinggi, menunjukkan kelemahan mereka terhadap bola pendek.
Mantan penjaga wicket India, Deep Dasgupta, mengkritik keras pendekatan batting timnya. "Tidak ada rencana," ujarnya. "Saya tidak mengerti arah permainan mereka." Dasgupta menyoroti fakta bahwa India hanya mencetak delapan run dari dua over terakhir. Serangan India pun tampil pincang tanpa Jasprit Bumrah dan Hardik Pandya yang diistirahatkan.
Kekalahan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai kesiapan India menghadapi turnamen global. Sebagai juara bertahan Piala Dunia T20 dua kali berturut-turut, performa mereka di Inggris sangat kontras dengan dominasi di IPL. Para batsmen India tampak kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang tidak sekering di India, dan kerap memukul tanpa perhitungan.
Bagi Indonesia, rangkaian pertandingan ini menjadi pelajaran berharga. Cricket Tanah Air yang tengah berkembang dapat melihat betapa pentingnya adaptasi terhadap kondisi lapangan dan disiplin dalam membangun inning. Kegagalan India menunjukkan bahwa bakat individu saja tidak cukup tanpa strategi kolektif yang solid.
Seri ini akan ditutup di Southampton pada Sabtu (14/6). India berusaha menghindari kekalahan telak 0-3 dalam seri lima pertandingan—sebuah skenario yang belum pernah terjadi dalam sejarah T20 mereka. Akankah Shreyas Iyer mampu membalikkan tekanan menjadi motivasi, atau justru ini awal dari periode sulit bagi kapten baru tersebut?



