Ismael Saibari: Bintang Baru Bayern Muenchen yang Disebut Mirip Jude Bellingham
Baca dalam 60 detik
- Bayern Muenchen resmi mendatangkan gelandang serang Maroko, Ismael Saibari, dari PSV Eindhoven dengan kontrak lima tahun.
- Pemain 25 tahun itu dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eredivisie 2026 setelah membawa PSV juara tiga kali beruntun dan mencetak dua digit gol serta assist setiap musim.
- Saibari disebut memiliki gaya bermain mirip Jude Bellingham, dengan kemampuan membawa bola, fisik kuat, dan fleksibilitas posisi dari gelandang hingga false nine.

Bayern Muenchen resmi mengamankan jasa gelandang serang Maroko, Ismael Saibari, dari PSV Eindhoven dengan kontrak lima tahun. Pemain berusia 25 tahun itu langsung menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eredivisie 2026 dan tampil gemilang bersama timnas Maroko di Piala Dunia 2026.
Lahir di Spanyol dan besar di Belgia, Saibari memulai karier profesionalnya di PSV Jong, tim cadangan PSV di kasta kedua Belanda. Dalam enam musim, ia menjelma menjadi pilar utama tim utama, membawa PSV meraih tiga gelar liga beruntun antara 2023 dan 2026. Setiap musim, ia menyumbang dua digit gol dan assist, kombinasi yang langka untuk seorang gelandang.
Penampilannya di level klub berlanjut ke pentas internasional. Saibari mencetak gol ke-10 untuk Maroko pada laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Brasil yang berakhir imbang. Dua gol berikutnya membantu Maroko mengalahkan Skotlandia dan Haiti. Ia juga menjadi eksekutor penalti kemenangan dalam adu penalti melawan Belanda yang membawa Maroko ke babak 16 besar. Total, ia telah mengoleksi 12 gol dalam 34 penampilan bersama timnas.
Direktur Olahraga Bayern, Christoph Freund, memuji karakter dan kualitas Saibari. "Ia pemain serbabisa, bermain dengan intensitas tinggi, dan berani. Ia memiliki rasa lapar yang kami cari di Bayern. Kemampuan mencetak gol dan mentalitasnya akan menjadi aset besar," ujar Freund. Pelatih PSV, Peter Bosz, menambahkan, "Ismael adalah pribadi dan pemain spesial. Ia selalu berada di posisi mencetak gol, dan kini ia menggabungkannya dengan efisiensi tinggi."
Gaya bermain Saibari sering dibandingkan dengan Jude Bellingham. Ia unggul dalam membawa bola dari lini tengah, menggunakan atletisitas, dribel, dan kekuatan untuk menembus pertahanan lawan. Ia juga mampu beroperasi sebagai gelandang box-to-box, playmaker, atau bahkan false nine. Fleksibilitas ini membuatnya menjadi ancaman di berbagai area lapangan.
Di balik nomor punggung 34 yang ia kenakan, tersimpan kisah mengharukan. Saibari memilih nomor itu sebagai penghormatan kepada Abdelhak "Appie" Nouri, mantan gelandang Ajax yang kariernya terhenti tragis akibat serangan jantung saat pertandingan persahabatan pada 2017. Tindakan ini menunjukkan sisi humanis sang pemain di luar lapangan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kedatangan Saibari ke Bayern Muenchen menambah daya tarik Bundesliga. Dengan gaya bermain enerjik dan kemampuan mencetak gol, ia berpotensi menjadi idola baru. Pertanyaannya, mampukah Saibari mempertahankan performa gemilangnya di level tertinggi sepak bola Jerman dan Eropa? Musim depan akan menjadi jawabannya.



