Emiten Bahan Bangunan Hermanto Tanoko Ganti Dirut dan Komut, Ini Strategi Barunya
Baca dalam 60 detik
- PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) resmi menunjuk Henryanto Komala sebagai Direktur Utama dan Kambiyanto Kettin sebagai Komisaris Utama, efektif 1 Juli 2026.
- RUPST menyetujui pembagian dividen Rp1,5 per saham, total Rp10,2 miliar, serta pembentukan dana cadangan Rp5 miliar dari laba bersih Rp77 miliar.
- Manajemen baru DEPO akan fokus pada ekspansi toko selektif, penguatan kanal digital omnichannel, dan efisiensi operasional untuk pertumbuhan jangka panjang.

PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO), emiten ritel bahan bangunan milik konglomerat Hermanto Tanoko, melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris yang berlaku mulai awal bulan depan. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa (30/6/2026).
Henryanto Komala resmi menjabat sebagai Direktur Utama menggantikan posisi sebelumnya, sementara Kambiyanto Kettin diangkat menjadi Komisaris Utama. Perubahan ini menandai babak baru bagi perseroan yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama di sektor ritel material bangunan dan home improvement di Indonesia.
Selain perubahan susunan pengurus, RUPST juga memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,5 per saham atau total Rp10,2 miliar. Jumlah tersebut diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp77 miliar. Manajemen menyatakan langkah ini sebagai bentuk komitmen memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. DEPO juga mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp5 miliar untuk memperkuat struktur permodalan.
Kambiyanto Kettin, yang kini menjabat Komisaris Utama, mengungkapkan bahwa perseroan akan terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui kombinasi ekspansi yang terukur, peningkatan efisiensi operasional, penguatan portofolio produk, serta pengembangan kapabilitas digital. Menurutnya, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia.
Strategi ekspansi jaringan toko akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi. DEPO meyakini pendekatan ini mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Di sisi lain, pengembangan kanal digital menjadi prioritas utama sebagai bagian dari strategi omnichannel yang terintegrasi. Kanal digital dipandang sebagai pelengkap strategis bagi toko fisik untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan.
Perseroan juga melaporkan bahwa seluruh dana bersih hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp487,8 miliar telah terealisasi sesuai rencana. Dana tersebut digunakan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, serta modal kerja. Realisasi ini menunjukkan disiplin keuangan yang baik dan transparansi kepada regulator serta pemegang saham.
Bagi investor, perubahan jajaran pucuk pimpinan DEPO menjadi sinyal adanya arah baru dalam pengelolaan perusahaan. Kombinasi antara ekspansi fisik dan penguatan digital di tengah persaingan ketat ritel bahan bangunan nasional akan menjadi ujian bagi tim manajemen anyar. Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa cepat strategi ini mampu mendorong pertumbuhan laba dan memperkuat posisi DEPO di pasar yang terus berkembang.



