Man United Menuai Untung dari Ayden Heaven: Nilai Melonjak 2400%, Kini Jadi Opsi Jual di Tengah Rencana Rebuild 2027
Baca dalam 60 detik
- Ayden Heaven dibeli Manchester United seharga ยฃ1 juta dari Arsenal, kini bernilai โฌ30 juta menurut Transfermarkt โ kenaikan 2400%.
- Keputusan INEOS menjual Heaven bisa menjadi langkah strategis untuk mendanai rebuild pertahanan 2027, meski performanya naik-turun.
- Man United selama ini kesulitan menjual pemain dengan untung; Heaven bisa menjadi pengecualian langka di era INEOS.

Manchester United dikabarkan mempertimbangkan untuk melepas bek muda Ayden Heaven pada bursa transfer mendatang, sebuah langkah yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar dari investasi awal hanya ยฃ1 juta. Pemain berusia 20 tahun itu kini dihargai โฌ30 juta oleh Transfermarkt, melonjak 2400% sejak kedatangannya dari Arsenal.
Heaven, yang didatangkan pada 2024, sempat dipandang sebagai prospek cerah. Namun, penampilannya bersama United belakangan ini menuai kritik tajam. Dalam kekalahan dari Brighton & Hove Albion, ia kehilangan bola 13 kali dan dianggap berkontribusi atas gol penyama kedudukan Pascal Gross. Performa buruk juga terlihat saat melawan Hull City di pekan pembuka, di mana ia kesulitan mengatasi Oli McBurnie.
Meski demikian, Heaven masih menunjukkan kilasan kualitas. Ia pernah meraih Man of the Match melawan Newcastle United pada Boxing Day 2025 dan tampil impresif saat pertama kali menjadi starter melawan Real Sociedad. Mantan pelatih sepak bola akar rumputnya, Terry Bobie, bahkan menyebut gaya bermainnya mirip Paul Pogba karena swagger-nya yang santai.
"Dia memiliki bakat luar biasa, tetapi konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Dengan rencana rebuild pertahanan pada 2027, menjualnya bisa menjadi langkah cerdas untuk mendanai kebutuhan lain," ujar seorang analis transfer yang enggan disebutkan namanya.
Di bawah kepemimpinan INEOS, Manchester United memang tengah membenahi skuad. Namun, rekrutmen mereka sejak 2024 masih belum konsisten. Beberapa pembelian seperti Matthijs de Ligt, Noussair Mazraoui, dan Joshua Zirkzee dianggap lebih dipengaruhi oleh mantan manajer Erik ten Hag, sementara Leny Yoro yang didatangkan dengan susah payah dari Real Madrid belum sepenuhnya bersinar.
Di sisi lain, pembelian Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha terbukti lebih sukses dengan kontribusi gol dua digit. Senne Lammens juga dipandang sebagai pembelian cemerlang, meski sempat goyah di awal musim 2026/27. Sementara itu, Benjamin Sesko masih menyisakan tanda tanya terkait cedera, dan Carlos Baleba yang dibeli ยฃ70 juta belum diberi kesempatan.
Yang menjadi sorotan adalah kemampuan United menjual pemain dengan keuntungan. Klub ini sering kesulitan melepas pemain seperti Joshua Zirkzee, bahkan dengan harga yang wajar. Bandingkan dengan Chelsea yang di bawah Todd Boehly dikenal piawai menjual pemain pinggiran dengan harga tinggi, seperti Liam Delap yang dilepas ยฃ50 juta meski hanya mencetak satu gol di Premier League musim lalu.
Heaven bisa menjadi pengecualian. Dengan nilai pasarnya yang melesat, menjualnya akan memberi United dana segar untuk merekrut pemain yang lebih siap. Namun, ada risiko kehilangan potensi jangka panjang, mengingat ia masih muda dan bisa berkembang menjadi bek kelas atas.
Keputusan akhir ada di tangan INEOS dan manajemen United. Apakah mereka akan memanfaatkan momen ini untuk meraup untung, atau tetap memberikan kesempatan bagi Heaven untuk membuktikan diri? Yang jelas, langkah apapun yang diambil akan menjadi indikasi arah kebijakan transfer klub di era baru.



