Kerim Alajbegović: Remaja Bosnia yang Mengguncang Piala Dunia 2026 dan Kembali ke Leverkusen
Baca dalam 60 detik
- Pemain berusia 18 tahun itu mencetak gol jarak jauh ke gawang Qatar, memecahkan rekor Kylian Mbappé sebagai pencetak gol termuda dari luar kotak penalti di Piala Dunia.
- Alajbegović kembali ke Bayer Leverkusen setelah satu musim dipinjamkan ke Red Bull Salzburg, dengan klausul pembelian kembali yang menguntungkan.
- Bosnia akan menghadapi Amerika Serikat di babak 32 besar, dan Alajbegović siap menjadi andalan Leverkusen musim depan.

Kerim Alajbegović, gelandang serang tim nasional Bosnia dan Herzegovina, mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia 2026 setelah gol spektakulernya ke gawang Qatar membuatnya menjadi pemain termuda yang mencetak gol dari luar kotak penalti di turnamen ini sejak pencatatan data dimulai pada 1966. Pada usia 18 tahun 276 hari, ia melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Kylian Mbappé (19 tahun 207 hari) di Piala Dunia 2018.
Gol tersebut tercipta pada laga fase grup yang berakhir dengan kemenangan Bosnia. Alajbegović melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 25 yard yang tak mampu dijangkau kiper Qatar. Dalam wawancara dengan FIFA, ia mengaku mendedikasikan gol itu untuk kedua orang tuanya. "Itu gol yang indah, dan sungguh luar biasa bisa mencetak gol seperti itu di usia saya di turnamen besar pertama. Saya sangat bahagia dan bersyukur," ujarnya.
Prestasi itu menempatkan Alajbegović sebagai pencetak gol termuda kedelapan sepanjang sejarah Piala Dunia, mengungguli nama-nama seperti Lionel Messi dan Lamine Yamal. Pelatih Bosnia, Sergej Barbarez, mantan pemain Bundesliga, memuji mentalitas pemain mudanya itu. "Sungguh luar biasa memiliki pemain muda seperti dia dan tahu kemampuannya. Sekarang dia bisa menunjukkan bakatnya, dan kami akan melakukan segalanya agar tekanan ini tidak membuatnya kewalahan," kata Barbarez dalam konferensi pers.
Alajbegović sebenarnya merupakan produk akademi Bayer Leverkusen. Musim lalu ia dipinjamkan ke Red Bull Salzburg untuk mencari menit bermain reguler. Kinerjanya yang impresif di Austria—termasuk gol dan assist di kompetisi domestik serta Eropa—membuat Leverkusen mengaktifkan klausul pembelian kembali setelah hanya satu musim. Direktur Olahraga Leverkusen, Simon Rolfes, mengakui bahwa pemain berusia 18 tahun itu telah melampaui ekspektasi. "Alajbegović tidak hanya memenuhi harapan tinggi yang kami berikan di Salzburg, dia bahkan melampauinya dalam waktu yang sangat singkat," ujar Rolfes.
Direktur Sepak Bola Leverkusen, Kim Falkenberg, menambahkan bahwa klub sangat mengandalkan Alajbegović untuk musim depan. "Bakatnya luar biasa, begitu pula ambisi dan semangat juangnya. Kami mengandalkannya. Kerim memiliki segalanya untuk menjadi pemain Werkself di tahun-tahun mendatang," kata Falkenberg. Alajbegović sendiri mengaku termotivasi oleh jejak pemain muda yang sukses di Leverkusen. "Banyak pemain muda yang sukses besar di sini. Itu juga tujuan saya," tegasnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Alajbegović menjadi pengingat bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya milik negara-negara besar. Pemain muda dari negara kecil seperti Bosnia mampu bersinar dan memecahkan rekor. Ini juga menunjukkan pentingnya investasi pada akademi dan sistem peminjaman yang cerdas, seperti yang dilakukan Leverkusen. Ke depannya, Alajbegović akan menjadi salah satu pemain yang patut disorot di Bundesliga, terutama jika ia mampu mempertahankan performa gemilangnya. Pertanyaan besarnya: bisakah ia membawa Bosnia melangkah lebih jauh di Piala Dunia, dan kemudian menjadi bintang di Leverkusen?



