Roma Naikkan Tawaran untuk Greenwood, Marseille Terdesak Aturan FFP
Baca dalam 60 detik
- AS Roma meningkatkan tawaran menjadi โฌ45 juta untuk Mason Greenwood, namun masih di bawah banderol Marseille yang mencapai โฌ55 juta.
- Marseille harus segera menjual pemain sebelum akhir Juni untuk mematuhi regulasi Financial Fair Play UEFA, atau berisiko dilarang tampil di kompetisi Eropa.
- Roma berharap tenggat waktu Marseille dapat menekan harga, meski Atletico Madrid juga dikabarkan tertarik pada Greenwood.

AS Roma kembali menunjukkan keseriusannya dalam perburuan tanda tangan Mason Greenwood. Klub asal Ibu Kota Italia itu dikabarkan siap menaikkan nilai tawaran menjadi โฌ45 juta, termasuk bonus, untuk mengamankan jasa mantan penyerang Manchester United tersebut. Namun, negosiasi masih menemui jalan buntu karena Olympique Marseille, klub pemilik Greenwood saat ini, membanderol pemain berusia 24 tahun itu di kisaran โฌ50 juta hingga โฌ55 juta.
Kebuntuan ini terjadi di tengah tekanan finansial yang dihadapi Marseille. Klub Ligue 1 itu harus segera mengumpulkan dana sebelum akhir Juni untuk mematuhi regulasi Financial Fair Play (FFP) UEFA. Jika gagal, Marseille terancam sanksi berat, termasuk larangan tampil di kompetisi Eropa hingga tiga tahun ke depan. Situasi ini membuat Roma optimistis dapat menekan harga jual Greenwood dalam beberapa hari ke depan.
Roma sendiri bukannya tanpa masalah. Pada Rabu lalu, klub Serie A itu dijatuhi denda โฌ6 juta karena melanggar ketentuan penyelesaian FFP untuk tahun fiskal yang berakhir pada 2025. Meski demikian, dari sisi anggaran, Roma diuntungkan karena biaya transfer Greenwood dapat dicicil selama masa kontrak pemain. Sebaliknya, jika Marseille menjual Greenwood, mereka bisa mencatatkan keuntungan modal penuh di musim ini, yang sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan pembukuan.
Greenwood, yang sempat menjadi sorotan karena kasus hukum di Inggris, telah menunjukkan performa menjanjikan selama dipinjamkan ke Getafe musim lalu. Ketajamannya di depan gawang membuatnya kembali diminati klub-klub Eropa. Selain Roma, Atletico Madrid juga dikabarkan memantau situasi pemain yang pernah membela timnas Inggris tersebut. Persaingan ini menambah tekanan bagi Roma untuk menyelesaikan kesepakatan secepat mungkin.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer Greenwood menjadi contoh nyata bagaimana regulasi FFP mampu mengubah dinamika negosiasi antar klub. Di tengah gempuran inflasi harga pemain, klub-klub Eropa kini harus lebih cermat dalam mengelola keuangan. Kasus Marseille juga menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap aturan keuangan bukan lagi sekadar formalitas, melainkan faktor penentu kelangsungan klub di level tertinggi.
Langkah Roma selanjutnya akan menjadi kunci. Jika mereka mampu memanfaatkan tekanan waktu yang dihadapi Marseille, bukan tidak mungkin Greenwood akan segera berseragam Giallorossi. Namun, jika Atletico Madrid bergerak lebih cepat, Roma bisa kehilangan target utama mereka di bursa transfer musim panas ini.



