PSS Sleman Siapkan Anggaran Besar demi Bertahan di Super League 2026/2027
Baca dalam 60 detik
- PSS Sleman mengalokasikan anggaran lebih besar untuk membentuk skuad kompetitif di Super League musim depan.
- Manajemen memberikan kewenangan penuh kepada pelatih Pieter Huistra dalam menentukan komposisi pemain.
- Target utama PSS adalah menghindari degradasi dan membangun fondasi tim yang solid untuk jangka panjang.

PSS Sleman tidak ingin sekadar menjadi tim figuran di Super League 2026/2027. Klub promosi asal Sleman itu menyiapkan strategi finansial dan perekrutan pemain yang lebih agresif dibanding musim-musim sebelumnya.
Manajemen PSS menyadari bahwa kompetisi kasta tertinggi membutuhkan perencanaan matang dan dukungan dana yang kuat. Direktur PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, menegaskan bahwa pihaknya akan mengalokasikan anggaran belanja pemain sesuai kebutuhan pelatih. โPastinya kami tidak mau deg-degan lagi. Anggaran belanja pemain sesuai kebutuhan pelatih. Kalau coach Pieter seperti apa, kami akan mengakomodasi,โ ujarnya.
PSS datang ke Super League dengan status runner-up Pegadaian Championship 2025/2026. Namun, pengalaman pahit degradasi pada musim 2024/2025 menjadi pelajaran berharga. Keterbatasan dalam membangun skuad saat itu membuat tim asuhan Pieter Huistra terpuruk. Kini, manajemen bertekad tidak mengulangi kesalahan serupa.
Pieter Huistra, pelatih asal Belanda, mendapat kewenangan besar dalam menentukan pemain yang dipertahankan maupun direkrut. Manajemen menyerahkan sepenuhnya proses evaluasi dan scouting kepada Huistra dan timnya. โSekarang kami masih nunggu coach Pieter. Coach Pieter melakukan evaluasi, terus yang mau dipakai siapa saja, itu terserah pelatih semua,โ jelas Yoni.
Hingga saat ini, Huistra masih berada di Belanda dan belum membeberkan detail kebutuhan tim. Namun, Yoni mengungkapkan bahwa sang pelatih sudah memiliki gambaran awal. โYa sudah ada, di coach Pieter sendiri. Tapi, saya enggak bisa ngasih informasi karena yang lebih tahu detailnya dia,โ katanya.
Keputusan untuk memberikan otonomi penuh kepada pelatih merupakan langkah strategis. Dengan pengalaman Huistra di sepak bola Eropa dan Indonesia, manajemen optimistis ia mampu meramu skuad yang kompetitif. Suporter dan masyarakat Sleman berharap langkah ini bisa membawa PSS bertahan lama di level tertinggi, bahkan berprestasi.
Pertanyaan besarnya, apakah strategi ini cukup untuk menghindari ancaman degradasi? Persaingan Super League musim depan diprediksi semakin ketat dengan hadirnya tim-tim promosi lain yang juga diperkuat. PSS harus bekerja keras tidak hanya di atas kertas, tetapi juga di lapangan.



