Giroud Buka Suara soal Mbappe: Rebut Rekor, Tapi Tak Ada Dendam
Baca dalam 60 detik
- Olivier Giroud mengaku bangga rekornya sebagai pencetak gol terbanyak Prancis dipecahkan Kylian Mbappe, yang kini mengoleksi 58 gol.
- Momen ikonik saat Giroud memecahkan rekor Thierry Henry di Piala Dunia 2022 menjadi bukti kedekatan keduanya, dengan Mbappe memberikan assist lalu merayakannya bersama.
- Giroud menepis anggapan Mbappe sombong, menilai kepercayaan diri dan ambisinya adalah kunci kesuksesan, dan ia optimis Mbappe akan memecahkan rekor Piala Dunia.

Olivier Giroud, mantan striker timnas Prancis, mengirimkan pesan singkat kepada Kylian Mbappe begitu pertandingan melawan Senegal usai. Mbappe baru saja mencetak dua gol dan memecahkan rekor Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus dengan 58 gol. Isi pesan itu? Ucapan selamat, diselingi candaan agar Mbappe tidak lupa mengirimkan jersey yang ia kenakan saat bersejarah itu.
Giroud mengaku belum sempat berbincang langsung dengan Mbappe, tetapi ia mendapat kabar dari staf pelatih bahwa Mbappe telah membaca pesannya dan berjanji akan menelepon. “Dia sudah berjanji akan memberikan jersey itu,” kata Giroud dalam wawancara dengan BBC Sport. Bagi Giroud, momen itu bukanlah akhir dari persaingan, melainkan kelanjutan dari hubungan yang telah terjalin erat sejak 2017.
Hubungan keduanya, menurut Giroud, terekam sempurna dalam sebuah foto yang diambil setelah ia memecahkan rekor Thierry Henry di Piala Dunia 2022. Saat itu, Mbappe memberikan assist brilian, dan Giroud berlari ke arah corner flag melakukan selebrasi. “Saya berbalik dan dia melompat ke pelukan saya. Saya bilang, 'Kau tahu betapa aku mencintaimu, bro',” kenang Giroud. Foto itu, baginya, merangkum segalanya: kebahagiaan, saling menghormati, dan persahabatan.
Giroud juga membela Mbappe dari tuduhan arogansi. Menurutnya, citra itu muncul karena Mbappe terlalu percaya diri di depan kamera dan media. “Sejak remaja, dia selalu tahu apa yang dia inginkan. Itu bukan arogansi, melainkan keyakinan dan ambisi,” tegas Giroud. Ia menambahkan bahwa Mbappe sangat menghormati mantan pemain dan sering mengucapkan kata-kata baik tentang kontribusi Giroud untuk tim.
Di lapangan, Giroud menyebut Mbappe sebagai pemain yang egois—dan itu bukan kritik. “Seorang striker harus egois. Saya juga akan melakukan hal yang sama,” ujarnya, merujuk pada gol pertama Mbappe di Piala Dunia 2018 yang sempat dianggap 'mencuri' gol Giroud. Saat itu, bola hasil tendangan Giroud membentur kiper dan memantul, lalu Mbappe menyambar di garis gawang. Giroud tidak pernah marah; ia justru memahaminya.
Kini, dengan 14 gol Piala Dunia, Mbappe hanya berjarak dua gol dari rekor Miroslav Klose dan Lionel Messi. Giroud yakin rekor itu akan jatuh. “Dia masih 27 tahun, setidaknya satu Piala Dunia lagi. Dia akan memecahkannya—kecuali Messi terus bermain,” canda Giroud. Ia juga memuji hubungan Mbappe dengan Michael Olise yang mulai terlihat di lini depan Prancis.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Giroud dan Mbappe mengingatkan pada pentingnya sportivitas dan persahabatan dalam olahraga. Di tengah rivalitas sengit, masih ada ruang untuk saling mendukung. Giroud, yang kini pensiun dari timnas, mengaku tersenyum setiap kali mengingat momen bersama Mbappe. “Kami saling melengkapi. Kecepatannya mematikan, saya sebagai target man. Kami tahu kualitas masing-masing,” pungkasnya.
Pertanyaan besarnya kini: bisakah Mbappe memimpin Prancis meraih bintang ketiga di Piala Dunia 2026? Atau justru rekor demi rekor yang akan terus ia kumpulkan, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan?
