Leeds Siapkan Dana Besar untuk Bek Betis, Natan Dinilai Lebih Unggul dari Diomande
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan akan mengajukan tawaran resmi untuk bek Real Betis, Natan, dengan banderol €45 juta.
- Manajer Daniel Farke mendapat suntikan dana transfer £100 juta untuk memperkuat lini belakang dan depan.
- Natan dinilai lebih siap bermain di Premier League dibanding Ousmane Diomande karena pengalaman di LaLiga dan statistik bertahan yang superior.

Leeds United dikabarkan tengah mempersiapkan tawaran resmi untuk mendatangkan bek Real Betis, Natan, dengan nilai transfer mencapai €45 juta atau sekitar £39 juta. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub asal Yorkshire tersebut serius memperkuat pertahanan setelah musim lalu kebobolan 56 gol di Premier League.
Manajer Daniel Farke, yang sukses membawa Leeds bertahan di kasta tertinggi meski sempat diragukan, disebut akan mendapat dana segar sekitar £100 juta untuk belanja pemain. Prioritas utama adalah merekrut penyerang tengah dan bek tengah baru. Nama Ousmane Diomande dari Sporting CP sempat menjadi target utama, bahkan Leeds dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan pemain Pantai Gading berusia 22 tahun itu. Namun, kekhawatiran muncul karena minimnya menit bermain Diomande musim lalu—hanya 17 penampilan di Liga Portugal akibat cedera dan tugas internasional.
Di sisi lain, Natan yang berusia 25 tahun tampil konsisten di LaLiga. Bek bertinggi 183 cm itu mencatatkan 32 start musim 2025/26, membantu Betis meraih delapan clean sheet. Rata-rata tekel dan intersepsinya mencapai 2,1 per laga, plus 6,7 sapuan per pertandingan—angka yang jauh lebih baik dibanding Diomande yang hanya mencatat 1,4 tekel/intersepsi dan 3,5 sapuan. Statistik Natan bahkan disebut mirip dengan Jaka Bijol, bek andalan Leeds saat ini.
Keputusan Leeds untuk memprioritaskan Natan juga dipengaruhi faktor pengalaman di liga top Eropa. LaLiga berada di peringkat lebih tinggi dibanding Liga Portugal yang menurut Global Football Rankings hanya menempati posisi kedelapan dunia—satu tingkat di bawah Championship. Natan, yang merupakan pemain kidal, dinilai lebih siap beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Scout Jacek Kulig pada 2021 pernah menyebut Natan memiliki "segala yang dibutuhkan untuk menjadi bek kualitas," dan perkembangannya di Betis membuktikan prediksi itu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League kelas menengah berlomba memperkuat diri. Jika Natan jadi direkrut, ia bisa menjadi pemain Brasil pertama yang memperkuat Leeds sejak Raphinha hengkang. Namun, pertanyaan besarnya: apakah Leeds akan mendatangkan kedua bek sekaligus, atau hanya memilih satu? Dengan dana terbatas dan kebutuhan di lini depan, keputusan akhir ada di tangan Farke.
Leeds United kini berada di persimpangan. Setelah selamat dari degradasi, langkah berikutnya adalah membangun tim yang kompetitif. Pilihan antara Diomande yang masih mentah namun berpotensi tinggi, atau Natan yang siap pakai dan terbukti di LaLiga, akan menentukan arah klub musim depan.



