Ole Gunnar Solskjaer dan Gary O'Neil Bersaing Tangani Ipswich Town
Baca dalam 60 detik
- Mantan arsitek Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, masuk dalam daftar calon kuat pelatih Ipswich Town menggantikan Kieran McKenna.
- Gary O'Neil, yang kini menangani Strasbourg, juga menjadi kandidat utama berkat rekam jejak dan hubungan dengan petinggi klub.
- Kepergian McKenna membuka peluang bagi pelatih berpengalaman untuk membawa Ipswich kembali bersaing di Premier League.

Ole Gunnar Solskjaer dan Gary O'Neil menjadi dua nama terdepan dalam perburuan kursi pelatih Ipswich Town yang ditinggalkan Kieran McKenna. Klub promosi Premier League itu kini bergerak cepat mengamankan pengganti yang mampu mempertahankan momentum setelah tiga promosi dalam empat musim terakhir.
Solskjaer, yang terakhir menukangi Besiktas, disebut-sebut masuk dalam radar utama manajemen Ipswich. Pelatih asal Norwegia itu sempat mengambil jeda setelah meninggalkan Manchester United pada 2021, namun kembali aktif setelah kontraknya di Turki berakhir. Meski sempat diabaikan saat Manchester United mencari pelatih musim lalu—mereka lebih memilih Michael Carrick—pengalaman Solskjaer membawa Setan Merah ke posisi kedua Premier League musim 2020-21 tetap menjadi nilai jual. Menariknya, McKenna sendiri pernah menjadi asisten Solskjaer di Old Trafford, bersama Martyn Pert.
Di sisi lain, Gary O'Neil juga menjadi kandidat kuat. BBC Sport melaporkan ketertarikan Ipswich pada pelatih Strasbourg itu sejak awal bulan. O'Neil pernah bermain di Bristol City saat Mark Ashton, CEO Ipswich saat ini, menjabat sebagai direktur eksekutif di sana. Meski Strasbourg optimistis bisa mempertahankan mantan pelatih Wolves tersebut, sumber internal menyebut O'Neil tetap terbuka untuk kembali ke Inggris.
Keputusan McKenna mundur sempat mengejutkan banyak pihak. Pelatih berusia 40 tahun itu membawa Ipswich dari League One ke Premier League dalam waktu singkat. Ia dikaitkan dengan kursi Fulham setelah Marco Silva hengkang, namun memilih rehat untuk keluarga. "Saya merasa ini waktu yang tepat untuk mundur," ujarnya. "Saya bangga dengan kemajuan luar biasa yang telah kami capai dan optimistis dengan masa depan klub."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan pelatih Ipswich ini menarik karena Solskjaer adalah figur populer berkat kiprahnya di Manchester United yang banyak disorot media Tanah Air. Sementara O'Neil, meski kurang dikenal, mewakili generasi pelatih muda Inggris yang mulai dilirik. Ipswich sendiri memiliki basis penggemar yang cukup besar di Indonesia, terutama setelah promosi mereka ke Premier League musim depan.
Dengan dua kandidat yang memiliki kelebihan masing-masing—Solskjaer dengan pengalaman level atas dan O'Neil dengan pendekatan taktis modern—Ipswich dihadapkan pada pilihan krusial. Siapa pun yang terpilih, tantangan utama adalah mempertahankan performa tim di Premier League dan membangun skuad yang kompetitif. Pertanyaannya, akankah Solskjaer kembali ke Inggris untuk proyek jangka panjang, atau O'Neil justru menjadi pilihan yang lebih aman?



