Erick Thohir Pasang Target Ambisius: Timnas Indonesia Wajib Lolos Piala Dunia Secara Konsisten
Baca dalam 60 detik
- Ketua PSSI Erick Thohir membeberkan target jangka panjang Timnas Indonesia, termasuk menembus 50 besar FIFA dan 10 besar Asia.
- Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker disetujui DPR sebagai bagian dari peta jalan prestasi berkelanjutan, bukan sekadar kebutuhan jangka pendek.
- Ambisi lolos ke Piala Dunia 2030 dan turnamen besar lainnya secara reguler menjadi fondasi transformasi sepak bola nasional.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, secara resmi membeberkan target jangka panjang Timnas Indonesia yang mencakup ambisi besar: konsisten lolos ke putaran final Piala Dunia dan Piala Asia, serta menembus peringkat 50 besar FIFA dan 10 besar Asia. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Senin (15/6/2026) yang juga membahas naturalisasi dua pemain diaspora, Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Dalam rapat tersebut, Komisi X menyetujui rekomendasi naturalisasi bagi Vickery dan Baker, dua pemain berpaspor Australia yang dinilai memiliki kualitas untuk memperkuat Skuad Garuda. Erick Thohir menegaskan bahwa kebutuhan terhadap kedua pemain itu tidak semata-mata untuk menambal kekurangan jangka pendek, melainkan menjadi bagian integral dari cetak biru pembangunan sepak bola Indonesia yang berkelanjutan.
โKedua atlet sepak bola dimaksud, Warga Negara Australia berkeinginan menjadi Warga Negara Indonesia karena dibutuhkan untuk memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia,โ ujar Erick Thohir. Ia menambahkan bahwa Vickery dan Baker diproyeksikan tampil di berbagai turnamen dalam rentang waktu kurang dari lima tahun, mulai dari Piala AFF 2026, FIFA Series 2026โ2031, Piala Asia 2027, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030 dan Piala Dunia 2030.
Namun, yang menjadi sorotan utama adalah sasaran jangka panjang yang dipasang Erick Thohir. Mantan presiden Inter Milan itu mengungkapkan bahwa Timnas Indonesia ditargetkan mampu menembus 50 besar ranking FIFA dan masuk jajaran 10 besar Asia. Lebih dari itu, ia memasang ambisi agar tim berjulukan Garuda dapat lolos secara konsisten di setiap putaran final Piala Dunia dan Piala Asia. โSedangkan target jangka panjang di atas lima tahun, kedua atlet tersebut diperlukan untuk mencapai target ranking 50 besar FIFA, 10 besar Asia, serta lolos di setiap putaran final FIFA World Cup dan AFC Asian Cup,โ imbuhnya.
Target tersebut tentu bukan perkara mudah. Saat ini, Indonesia masih berkutat di peringkat 134 FIFA (per Juni 2026) dan belum pernah lolos ke Piala Dunia sejak edisi 1938. Namun, Erick Thohir optimistis bahwa dengan perencanaan matang, naturalisasi strategis, dan pembinaan berkelanjutan, target itu bisa tercapai. Ia juga menekankan bahwa kehadiran pemain naturalisasi seperti Vickery dan Baker tidak hanya untuk memperkuat timnas, tetapi juga untuk mentransfer pengetahuan dan melengkapi kemampuan pesepak bola lokal, baik untuk kepentingan tim nasional maupun liga profesional.
Langkah ini sejalan dengan tren sepak bola Asia yang semakin kompetitif. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia telah lama menikmati hasil dari program pembinaan jangka panjang. Indonesia, dengan populasi besar dan basis penggemar fanatik, dianggap memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah: apakah konsistensi kebijakan dan dukungan politik akan bertahan hingga target 2030 tercapai?
โKedua atlet sepak bola dimaksud, Warga Negara Australia berkeinginan menjadi Warga Negara Indonesia karena yang bersangkutan dibutuhkan untuk memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.โ โ Erick Thohir
Ke depan, publik akan menanti realisasi dari peta jalan yang telah dipaparkan. Jika target jangka pendek seperti lolos ke Piala Asia 2027 dan bersaing di Kualifikasi Piala Dunia 2030 bisa terwujud, maka kepercayaan terhadap program ini akan semakin kuat. Namun, jika gagal, bukan tidak mungkin ambisi besar itu hanya akan menjadi wacana tanpa eksekusi. Satu hal yang pasti, sepak bola Indonesia sedang berada di persimpangan antara sekadar menjadi peserta atau benar-benar menjadi pesaing.



