Maurizio Sarri Resmi Latih Atalanta: Reuni Taktik dengan Giuntoli di Tengah Debut Liga Conference
Baca dalam 60 detik
- Maurizio Sarri ditunjuk sebagai pelatih baru Atalanta, menggantikan Gian Piero Gasperini yang hengkang setelah musim lalu.
- Sarri membawa pengalaman juara Europa League bersama Chelsea dan Scudetto bersama Juventus, serta rekor poin Napoli.
- Reuni dengan direktur olahraga Cristiano Giuntoli diharapkan menghidupkan kembali gaya sepak bola menyerang khas Sarri di Bergamo.

Maurizio Sarri resmi menangani Atalanta, klub Serie A yang musim depan akan berlaga di Liga Conference untuk pertama kalinya. Pelatih berusia 67 tahun itu diumumkan melalui pernyataan resmi klub, Kamis (14/6), menandai era baru di Bergamo setelah kepergian Gian Piero Gasperini.
Keputusan Atalanta merekrut Sarri bukan tanpa pertimbangan. Pelatih asal Tuscany itu memiliki catatan gemilang: lebih dari 800 pertandingan profesional, gelar Liga Europa bersama Chelsea (2019), Scudetto bersama Juventus (2020), dan tiga musim berturut-turut memecahkan rekor poin Napoli di Serie A. Musim lalu, ia membawa Lazio ke final Coppa Italia dan babak 16 besar Liga Championsโprestasi Eropa terbaik kedua dalam sejarah klub Roma tersebut.
Yang menarik, penunjukan ini juga menyatukan kembali Sarri dengan direktur olahraga Cristiano Giuntoli. Keduanya pernah bekerja sama di Napoli antara 2015 dan 2018, periode yang menghasilkan salah satu permainan paling atraktif di Italia. Saat itu, Napoli finis sebagai runner-up dengan 91 poin pada 2017/18, rekor klub yang bertahan hingga kini. Atalanta berharap duet ini mampu mengulang kesuksesan serupa.
Bagi sepak bola Indonesia, langkah Atalanta merekrut pelatih sekaliber Sarri menjadi contoh bagaimana klub dengan sumber daya terbatas bisa bersaing di Eropa. Atalanta, yang berasal dari kota kecil Bergamo, selama ini dikenal dengan filosofi menyerang ala Gasperini. Kini, mereka beralih ke pendekatan berbeda: penguasaan bola dan pressing tinggi khas Sarri. Ini bisa menjadi studi kasus bagi klub-klub Liga 1 yang ingin naik kelas tanpa bergantung pada anggaran besar.
Sarri sendiri memiliki ikatan personal dengan Bergamo. Meski lahir di Naples dan besar di Tuscany, ia menghabiskan masa kecil di daerah tersebut. "Ini adalah kepulangan yang emosional," tulisnya dalam pernyataan resmi. "Saya siap membangun tim yang kompetitif dan menghibur."
Pertanyaan besarnya: mampukah Sarri beradaptasi dengan kultur klub yang berbeda? Di Lazio, ia sempat dikritik karena gaya bermain yang dianggap kaku. Namun, di Napoli, ia justru dielu-elukan sebagai revolusioner. Atalanta, dengan skuad yang lebih muda dan haus pengalaman, bisa menjadi kanvas baru bagi lukisan taktiknya. Musim depan akan menjadi ujian apakah Sarri masih memiliki sentuhan magis atau taktiknya sudah mulai usang.



