IHSG Melonjak 3,5%, Saham Bank BUMN Jadi Motor Utama Penggerak
Baca dalam 60 detik
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat lebih dari 3,5% ke level 6.221,44 pada perdagangan Senin (15/6/2026), didorong lonjakan saham perbankan BUMN.
- PT Bank Mandiri, BNI, dan BRI mencatat kenaikan signifikan, sementara saham tambang dan telekomunikasi pelat merah juga menghijau.
- Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyebut kinerja ini sebagai bukti transformasi BUMN yang kini berada di posisi terbaik, menarik minat investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai pekan ini dengan lompatan tajam, menembus level 6.221,44 pada pukul 09.10 WIB, Senin (15/6/2026). Reli ini dipimpin oleh saham-saham perbankan milik negara yang mencatat kenaikan rata-rata di atas 4%, menandai kepercayaan pasar terhadap sektor keuangan domestik.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi pemimpin penguatan dengan melesat 5% atau 210 poin ke Rp4.410 per saham. Disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 5,9% ke Rp3.770, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 4,21% ke Rp2.970. Kinerja gemilang ini tidak terlepas dari optimisme investor terhadap prospek laba dan efisiensi operasional perbankan BUMN.
Di luar sektor perbankan, saham BUMN dari sektor pertambangan dan telekomunikasi turut memberikan kontribusi positif. PT Timah Tbk (TINS) melonjak 7,88%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 7,72% ke Rp3.070, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 2,80%. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif yang merata di berbagai sektor strategis.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) yang juga menjabat Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Dony Oskaria, menilai penguatan IHSG dan saham BUMN merupakan refleksi dari transformasi menyeluruh yang telah berjalan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan pelat merah kini berada pada performa puncak, dengan fundamental yang lebih sehat, efisien, dan menguntungkan. "Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya," ujar Dony dalam keterangan resmi.
Bagi investor Indonesia, momentum ini membuka peluang untuk memanfaatkan valuasi yang masih menarik di sektor perbankan dan komoditas. Analis memperkirakan, jika tren positif berlanjut, IHSG berpotensi menguji level resisten 6.300 dalam waktu dekat. Namun, volatilitas jangka pendek tetap perlu diwaspadai, terutama terkait sentimen global dan kebijakan moneter.
Dony menambahkan, rekam jejak positif di berbagai sektor strategis menjadi landasan kuat untuk mengakselerasi penciptaan nilai dan memberikan imbal hasil menjanjikan. "Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan," tutupnya. Pertanyaan kuncinya: akankah reli ini berkelanjutan atau hanya sekadar euforia sesaat?



