Dividen Rp656,8 Miliar Disetujui, PT Timah Tebar Rp88 per Saham
Baca dalam 60 detik
- RUPST PT Timah mengesahkan pembagian dividen Rp656,8 miliar, setara 50% laba bersih 2025.
- Dividen yield mencapai 2,7% dengan harga saham Rp3.300, mengindikasikan imbal hasil menarik bagi investor.
- Kinerja operasional solid dengan produksi logam timah 17.815 ton dan laba bersih Rp1,31 triliun.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah Tbk (TINS) memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp656,8 miliar, atau setara Rp88 per lembar saham, mencerminkan komitmen emiten pelat merah itu untuk memberikan imbal hasil langsung kepada pemegang saham di tengah kinerja keuangan yang solid.
Jumlah dividen tersebut setara dengan 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Dengan harga saham penutupan TINS pada Jumat, 12 Juni 2026, di level Rp3.300, dividend yield yang ditawarkan mencapai 2,7 persen. Sisanya, Rp656,8 miliar, akan dicatat sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung ekspansi dan penguatan struktur permodalan.
Keputusan ini diambil setelah perseroan membukukan pendapatan Rp11,55 triliun pada 2025, meningkat 6,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba usaha tercatat Rp1,91 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp2,76 triliun. Kenaikan laba bersih sebesar 5,12 persen menjadi Rp1,31 triliun menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan pengelolaan biaya berjalan efektif.
Dari sisi operasional, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah 16.634 metrik ton. Angka ini mengindikasikan utilisasi kapasitas yang tinggi dan permintaan global yang tetap kuat, terutama dari sektor elektronik dan energi terbarukan yang menjadi konsumen utama timah.
Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan cerminan dari perbaikan fundamental bisnis. Menurutnya, perseroan berhasil meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat tata kelola, dan menjaga daya saing di tengah fluktuasi harga komoditas global. โKeberhasilan ini adalah hasil dari upaya kami meningkatkan produktivitas dan efisiensi di seluruh rantai bisnis,โ ujarnya.
Bagi investor di pasar modal Indonesia, keputusan PT Timah untuk membagikan dividen dengan yield hampir 3 persen menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Saham TINS yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap menjadi pilihan bagi investor yang mencari eksposur ke sektor komoditas, khususnya timah yang merupakan salah satu mineral kritis untuk transisi energi.
Ke depan, tantangan bagi PT Timah adalah menjaga momentum pertumbuhan di tengah potensi perlambatan ekonomi global dan fluktuasi harga timah. Dengan laba ditahan yang masih besar, perseroan memiliki ruang fiskal untuk berinvestasi pada eksplorasi dan teknologi pengolahan. Pertanyaannya, apakah strategi ini cukup untuk mempertahankan daya saing di pasar yang semakin kompetitif?



