Aksi Massa Bubar, Arus Lalu Lintas di Tosari dan Sudirman Kembali Normal
Baca dalam 60 detik
- Ribuan peserta aksi di Jakarta Pusat membubarkan diri setelah negosiasi dengan polisi, membuka kembali akses jalan utama.
- Dialog dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat menjadi kunci pengakhiran demonstrasi yang berlangsung sejak siang.
- Aksi serupa di Pancoran melibatkan pembakaran ban, namun situasi telah kondusif dan lalu lintas kembali lancar.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258008/original/069230000_1781274988-1001368757.jpg)
Massa aksi yang memadati kawasan Jalan Tosari dan Jalan Sudirman sejak Jumat siang akhirnya membubarkan diri setelah negosiasi dengan aparat kepolisian, membuka kembali akses jalan yang sempat ditutup total. Pembubaran terjadi sekitar pukul 20.40 WIB, diikuti normalisasi lalu lintas di dua ruas arteri utama Jakarta itu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjadi tokoh kunci dalam dialog yang meredakan ketegangan. Dalam pernyataannya di lokasi, ia meminta pengendara motor untuk langsung menuju Bundaran HI dan tidak melawan arus. Petugas gabungan masih berjaga di sepanjang Jalan Sudirman untuk memastikan situasi tetap kondusif, meski beberapa titik masih terdapat massa yang belum sepenuhnya pergi.
Penutupan jalan sejak siang hari sempat mengganggu mobilitas warga dan aktivitas perkantoran di pusat kota. Kini, kendaraan bermotor dan mobil pribadi mulai melintas kembali dengan lancar, meskipun polisi belum membuka seluruh ruas secara penuh karena masih ada massa di sekitar jembatan Dukuh Atas.
Di lokasi terpisah, aksi unjuk rasa mahasiswa di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, juga menarik perhatian. Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membakar ban di tengah jalan di depan SPBU Pancoran arah Pasar Minggu. Asap hitam membumbung tinggi, menyebabkan perlambatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, membenarkan adanya insiden tersebut. "Tadi sore ada sedikit, boleh dibilang insiden lah. Tapi sudah aman," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi lalu lintas di lokasi kini sudah normal dan massa telah membubarkan diri.
Bagi warga Jakarta, kelancaran akses jalan di pusat kota menjadi indikator penting stabilitas keamanan. Demonstrasi yang berlangsung damai dan berakhir dengan negosiasi menunjukkan bahwa mekanisme dialog masih efektif. Namun, aksi bakar ban di Pancoran mengingatkan bahwa potensi eskalasi tetap ada jika tidak dikelola dengan baik.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana aparat dan pemerintah dapat mengantisipasi aksi serupa agar tidak mengganggu aktivitas publik secara luas, terutama di jam sibuk. Apakah ruang dialog akan terus diperluas untuk menampung aspirasi tanpa harus menutup jalan?


