Tom Hanks Tolak Kategori Baru Oscar untuk Pengisi Suara: 'Sudah Cukup'
Baca dalam 60 detik
- Aktor Tom Hanks menilai penambahan kategori Aktor Suara Terbaik di Oscar tidak diperlukan karena kategori akting utama sudah mencakup semua jenis peran.
- Hanks menyebut aktor seperti Andy Serkis yang menggunakan motion-capture bisa bersaing di kategori reguler, membuktikan sistem saat ini sudah inklusif.
- Pernyataan ini muncul jelang perilisan Toy Story 5 pada Juni 2025, di mana Hanks kembali mengisi suara Sheriff Woody.

Tom Hanks, pengisi suara Sheriff Woody dalam franchise Toy Story, menolak wacana penambahan kategori Aktor Suara Terbaik di ajang Academy Awards. Menurutnya, sistem yang ada saat ini sudah cukup mengakomodasi para pengisi suara.
Dalam wawancara dengan Gold Derby, aktor berusia 69 tahun itu menegaskan bahwa kategori Aktor dan Aktris Terbaik sudah terbuka untuk semua jenis penampilan, termasuk suara. "Saya pikir mereka sudah memiliki kategori yang cukup. Kenyataannya, seorang pengisi suara bisa memenangkan Aktor Terbaik. Penilaiannya adalah 'penampilan apa pun yang menggerakkan Anda'," ujar Hanks.
Ia mencontohkan Andy Serkis, yang terkenal dengan peran motion-capture dalam trilogi The Lord of the Rings dan Planet of the Apes. "Meskipun ia tidak tampil sebagai Andy Serkis, ia memberikan semua bahan mentah untuk itu. Ada orang-orang yang hampir dinominasi meski tidak muncul di kamera. Itu bisa terjadi pada aktor suara murni," tambahnya.
Pernyataan Hanks muncul di tengah diskusi industri hiburan global tentang inklusivitas Oscar. Beberapa pihak sebelumnya mendorong adanya kategori khusus untuk pengisi suara, mengingat peran mereka yang krusial namun sering tak terlihat. Namun, Hanks justru menilai bahwa kategori yang ada sudah cukup fleksibel.
Hanks juga mengungkapkan pengalamannya selama tiga dekade mengisi suara Woody. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, ia mengaku setiap kali merekam selalu merasakan kecemasan dan tekanan yang sama. "Selama lima film, kami kembali ke ruang yang sama. Mikrofon di sini, stand di sana, tim di sana. Ada kesamaan yang familiar," katanya.
Meski demikian, Hanks mengakui karakter Woody telah berevolusi. "Ia dimainkan secara berlebihan. Topi karet di atas kepala karet terus-menerus, pasti ada yang aus. Jadi ya, ia memiliki area yang usang di belakang kepalanya. Ia bukan plastik cetakan, melainkan terbuat dari isian dan kain yang mengendap seiring waktu," jelasnya.
Bagi industri film Indonesia, pernyataan Hanks membuka diskusi tentang penghargaan bagi pengisi suara. Di dalam negeri, profesi ini kerap dianggap sebelah mata meski perannya vital dalam film animasi dan sulih suara. Beberapa festival film lokal mulai memberikan kategori khusus, namun belum ada standar nasional. Jika Oscar tidak perlu kategori baru, mungkinkah Indonesia justru perlu mempertimbangkannya?
Dengan Toy Story 5 yang akan tayang tahun depan, pertanyaan tentang masa depan penghargaan akting masih menggantung. Akankah Akademi tetap pada pendiriannya, atau suatu saat nanti suara para pengisi suara akan mendapat pengakuan terpisah?



