Truk Tepung Terguling di Tol Dalam Kota: Muatan Berlebih dan Gagal Nanjak Jadi Penyebab
Baca dalam 60 detik
- Truk pengangkut tepung terguling di Tol Dalam Kota KM 13+400 akibat kelebihan muatan 18 ton, menyebabkan dua lajur tertutup dan kemacetan.
- Kecelakaan terjadi saat truk gagal menanjak, mundur, dan menghantam pembatas beton; sopir selamat tanpa luka.
- Insiden ini menyoroti lemahnya pengawasan muatan truk di jalan tol, berpotensi memicu evaluasi prosedur keselamatan oleh Jasa Marga.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256192/original/087992900_1781149742-IMG_20260611_085420.v1.jpg)
Sebuah truk pengangkut tepung terguling di ruas Tol Dalam Kota KM 13+400 arah Slipi, Jakarta Barat, Kamis dini hari, setelah gagal menanjak akibat membawa muatan berlebih. Insiden itu sempat menutup dua lajur tol dan menyebabkan kemacetan panjang dari arah Grogol menuju Slipi.
Menurut keterangan Aipda Catur Dilly, anggota Polisi Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya, truk bernomor polisi B 9987 RB diketahui membawa muatan melebihi kapasitas, yakni sekitar 18 ton. Kendaraan tersebut tidak mampu menanjak, lalu mundur dan menghantam beton pembatas jalan hingga akhirnya terguling. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kecelakaan tunggal ini. Kerugian hanya berupa kerusakan kendaraan dan tumpahan ratusan kardus tepung di badan jalan.
Sopir truk, Nanang Kusna, mengaku kehilangan kendali saat hendak memindahkan gigi transmisi. Ia menyatakan rem kendaraan masih berfungsi, namun truk tidak mampu menahan beban saat menanjak. "Nanjak, ngoper gigi, enggak keburu, terus nyelonong ke sini. Truknya nabrak pembatas, terguling dah," ujarnya. Pengakuan ini mengindikasikan bahwa faktor teknis dan beban berlebih menjadi kombinasi penyebab kecelakaan.
Kasus ini ditangani oleh petugas Jasa Marga bersama Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Proses evakuasi muatan tepung yang berserakan memakan waktu beberapa jam, mengingat volume barang yang cukup besar. Kejadian ini kembali membuka diskusi tentang lemahnya pengawasan muatan truk di jalan tol, terutama pada jam-jam sepi seperti dini hari. Banyak pengamat keselamatan lalu lintas menilai bahwa pelanggaran muatan berlebih masih marak terjadi karena minimnya penindakan di lapangan.
Bagi pengguna jalan tol di Jakarta, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap kendaraan berat yang melintas. Jasa Marga diharapkan dapat meningkatkan patroli dan koordinasi dengan kepolisian untuk mencegah kejadian serupa. Pertanyaan yang mengemuka: akankah ada langkah konkret untuk memperketat pengaturan muatan truk, atau kecelakaan seperti ini akan terus terulang?

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259054/original/094853000_1781441071-VID-20260614-WA0054_1_.jpg)