The Wolf Among Us 2: Sekuel yang Ditunggu Delapan Tahun Hadir dengan Grafis Unreal Engine 5
Baca dalam 60 detik
- Setelah delapan tahun, Telltale Games akhirnya memamerkan cuplikan gameplay The Wolf Among Us 2 yang menggunakan Unreal Engine 5, menjanjikan visual memukau dan cutscene lebih halus.
- Sekuel ini akan dirilis sebagai game utuh (bukan episode) dengan durasi 8-12 jam, serta menghadirkan sistem 360 derajat untuk eksplorasi lebih bebas.
- Cerita berlangsung enam bulan setelah game pertama, dengan Bigby berperan sebagai buronan yang memburu pembunuh berantai, ditemani detektif manusia bernama Faye.

Delapan tahun setelah pengumuman perdananya, The Wolf Among Us 2 akhirnya kembali ke sorotan publik dalam ajang Summer Game Fest. Tidak hanya merilis trailer anyar, Telltale Games juga mengundang awak media untuk mencoba langsung gim tersebut, dan sejumlah detail penting pun terungkap dari sesi pratayang itu.
Salah satu kejutan terbesar adalah penggunaan Unreal Engine 5 yang membuat sekuel ini tampil jauh lebih memukau. Gaya komik khas game pertama tetap dipertahankan, namun kini cutscene terasa lebih mulus dan sinematik. Yang lebih menarik, gim ini akan mendukung rotasi 360 derajat penuh, memberikan kebebasan lebih bagi pemain untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarโsebuah lompatan besar dari sistem kamera tetap yang selama ini menjadi ciri khas Telltale.
Dari segi cerita, The Wolf Among Us 2 mengambil latar enam bulan setelah akhir game pertama. Bigby, yang sebelumnya berperan sebagai pemburu, kini justru menjadi buronan. Ia harus memburu seorang pembunuh berantai yang mengancam keseimbangan antara manusia dan Fabel. Untuk pertama kalinya, pemain akan ditemani oleh karakter baru bernama Faye, seorang detektif manusia yang menjadi mitra Bigby. Kehadiran Faye membuka dimensi baru dalam interaksi antara dunia manusia dan makhluk dongeng.
Kabar baik lainnya, para pengisi suara asli seperti Bigby, Snow White, dan sejumlah karakter lain dipastikan kembali. Jared Emerson-Johnson, komposer yang menangani musik game pertama, juga akan kembali mengisi soundtrack. Ini menjadi jaminan bahwa atmosfer gelap dan noir yang melekat pada seri pertama tetap terjaga.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menggembirakan. Meski Telltale Games sempat bangkrut dan diakuisisi, kembalinya mereka dengan sekuel yang ambisius menunjukkan bahwa genre petualangan naratif masih punya tempat. Dengan dukungan Unreal Engine 5, The Wolf Among Us 2 berpotensi menjadi salah satu gim cerita terbaik tahun depanโasalkan Telltale mampu menjaga konsistensi kualitas penulisan yang menjadi daya tarik utama seri ini.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Telltale mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang sudah terbangun selama delapan tahun? Atau justru sekuel ini akan menjadi antiklimaks dari penantian panjang? Jawabannya baru akan terjawab saat gim dirilis, kemungkinan besar pada 2025.



