Shakira Hampir Pensiun dari Musik: 'Saya Ingin Beli Peternakan dan Beternak'
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Shakira mengaku sempat ingin meninggalkan industri musik beberapa tahun lalu dan memilih hidup sederhana di peternakan.
- Keputusan itu berubah setelah ia menyadari masih memiliki banyak karya yang ingin dibagikan kepada penggemar setianya.
- Koneksi emosional dengan penonton menjadi alasan utama Shakira bertahan dan terus berkarya di panggung.

Penyanyi pop dunia Shakira nyaris mengakhiri karier bermusiknya beberapa tahun lalu. Dalam wawancara terbaru dengan majalah Vogue, pelantun "Hips Don't Lie" itu mengaku sempat ingin membeli peternakan dan mengabdikan diri pada kehidupan yang jauh dari sorotan panggung.
"Beberapa tahun lalu, saya benar-benar siap membeli peternakan, memelihara hewan, dan pensiun dari musik," ungkap Shakira, seperti dikutip dari Vogue. Namun, setelah merenung, perempuan berusia 49 tahun itu menyadari bahwa dirinya masih memiliki banyak hal untuk diutarakan dan dilakukan. "Saya pikir, 'Betapa gilanya itu?' Saya dulu dan sekarang masih punya banyak hal untuk dikatakan dan dilakukan. Kadang kita menganggap remeh apa yang kita lakukan, atau lupa siapa diri kita," tambahnya.
Keputusan untuk tetap bertahan di industri musik tidak lepas dari hubungan mendalam yang ia bangun dengan para penggemar. Shakira merasa bahwa setiap kali tampil, ia tidak hanya berhadapan dengan penonton, melainkan dikelilingi oleh keluarga besar. "Saya merasa para penggemar benar-benar memahami saya. Mereka tahu kekurangan saya, tetapi tidak menghakimi," ujar ibu dua anak ini.
Shakira, yang memiliki dua putra—Milan (13) dan Sasha (11)—dari hubungannya dengan mantan pesepakbola Gerard Piqué, mengaku bahwa panggung adalah tempatnya menjadi diri sendiri. "Sama sekali tidak ada hakim di sana. Ini seperti perjamuan. Ketika kami membawakan lagu-lagu yang telah menjadi bagian hidup banyak orang selama bertahun-tahun, itu menciptakan ikatan yang tak terputuskan," jelasnya.
Meski sempat goyah, Shakira kini merasa lebih mantap dari sebelumnya. Perpisahannya yang kontroversial dengan Piqué pada 2022 lalu justru menjadi titik balik yang memperkuat tekadnya. "Sekarang, lebih dari sebelumnya, saya merasa bahwa ini adalah karier saya. Saya merasa nyaman, bahagia, dan merayakan bahwa saya masih bisa melakukan ini," tuturnya.
Bagi penggemar di Indonesia, perjalanan Shakira ini bisa menjadi pengingat bahwa bahkan seorang superstar pun pernah meragukan jalannya. Namun, dengan dukungan dari orang-orang terdekat—dalam hal ini penggemar setia—seseorang bisa menemukan kembali semangatnya. Di tengah industri musik yang terus berubah, kisah Shakira menunjukkan bahwa koneksi autentik dengan audiens adalah fondasi yang tak lekang oleh waktu.
Ke depan, publik tentu menanti karya-karya baru Shakira yang mungkin lahir dari fase reflektif ini. Apakah ia akan kembali dengan album yang lebih personal? Atau justru mengeksplorasi sisi lain dari kreativitasnya? Yang jelas, dunia belum selesai mendengar suara Shakira.



