Telkom Gelar RUPS Siang Ini: Dividen dan Buyback Rp4 Triliun Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- RUPS Tahunan Telkom hari ini akan memutuskan besaran dividen tahun buku 2025 dan rencana buyback saham hingga Rp4 triliun.
- Manajemen mengindikasikan dividen setidaknya sama dengan tahun sebelumnya, namun keputusan akhir ada di tangan pemegang saham pengendali.
- Buyback bertujuan memperkuat kepercayaan investor, menggunakan kas internal dan harus selesai dalam 12 bulan setelah RUPS.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada Senin (8/6/2026) siang ini secara daring. Agenda utama yang dinanti pasar adalah penetapan dividen tunai dan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai maksimal Rp4 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPST dimulai pukul 14.00 WIB melalui sistem Electronic General Meeting KSEI. Selain dividen dan buyback, rapat juga akan membahas pengesahan laporan keuangan konsolidasi, persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030, serta perubahan susunan pengurus perseroan.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, sebelumnya menyatakan bahwa rasio dan nominal dividen tunai tahun buku 2025 setidaknya akan sama atau bahkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan final bergantung pada persetujuan pemegang saham pengendali dalam RUPST. Tahun lalu, Telkom membagikan dividen sebesar Rp... per saham, dan pasar memperkirakan angka serupa atau sedikit lebih tinggi mengingat kinerja keuangan yang solid.
Rencana buyback senilai Rp4 triliun menjadi perhatian utama investor. Menurut keterbukaan informasi, aksi korporasi ini bertujuan memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek saham Telkom. Dengan menggunakan kas internal, Telkom menunjukkan optimisme terhadap arus kas dan prospek bisnis ke depan. Buyback dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus, baik melalui bursa maupun di luar bursa, dan harus diselesaikan dalam 12 bulan setelah persetujuan RUPS.
Bagi investor Indonesia, keputusan dividen dan buyback ini penting karena Telkom merupakan salah satu saham blue chip dengan kapitalisasi pasar besar. Kebijakan dividen yang menarik dapat mendongkrak minat investor ritel dan institusi, sementara buyback berpotensi menopang harga saham di tengah volatilitas pasar. Analis memperkirakan bahwa jika dividen dinaikkan, hal itu akan menjadi sinyal positif bagi kinerja keuangan perusahaan.
Selain agenda keuangan, RUPS juga akan membahas perubahan pengurus perseroan. Meskipun detail perubahan belum diumumkan, pergantian direksi atau komisaris kerap mempengaruhi strategi jangka panjang perusahaan. Investor akan mencermati siapa saja yang masuk dan keluar dari jajaran manajemen.
Ke depan, implementasi buyback dan kebijakan dividen akan menjadi indikator kepercayaan manajemen terhadap pertumbuhan bisnis Telkom. Dengan tantangan industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga saham dan memberikan imbal hasil optimal bagi pemegang saham. Apakah Telkom akan mempertahankan tradisi dividen tinggi atau justru mengalokasikan dana lebih besar untuk ekspansi? Keputusan siang ini akan memberikan jawabannya.



