Demi Vollering Ukir Sejarah: Juara Giro d'Italia dan Lengkapi Trilogi Grand Tour
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Belanda Demi Vollering merebut Giro d'Italia 2025 setelah menggeser Anna van der Breggen di etape final.
- Kemenangan ini menjadikannya pebalap wanita kedua yang memenangi tiga Grand Tour berbeda, setelah Annemiek van Vleuten.
- Vollering kini mengoleksi gelar Giro, La Vuelta, dan Tour de France, memperkuat dominasinya di balap sepeda wanita.

Demi Vollering memastikan namanya tercatat dalam sejarah balap sepeda wanita setelah memenangi Giro d'Italia 2025, sekaligus menjadi pebalap kedua yang menyelesaikan trilogi Grand Tour. Pebalap asal Belanda berusia 29 tahun itu merebut maglia rosa di etape terakhir yang dramatis, Minggu (13/7), dengan mengalahkan rekan senegaranya, Anna van der Breggen, yang memimpin sejak etape keempat.
Vollering, yang membela tim FDJ-Suez, tampil agresif di etape kesembilan sepanjang 145 kilometer di sekitar Saluzzo, kaki Pegunungan Alpen. Ia melancarkan serangan berulang kali, termasuk di tanjakan terakhir Colletta di Brondello, 39 kilometer sebelum finis. Manuver itu berhasil menjatuhkan Van der Breggen, yang sebelumnya unggul 49 detik di klasemen. Vollering kemudian bergabung dengan kelompok pemimpin yang terdiri dari Antonia Niedermaier, Elisa Longo Borghini, dan Niamh Fisher-Black, 28 kilometer dari garis akhir.
Di sprint finis, Vollering tidak ikut bertarung karena sudah memastikan kemenangan klasemen. Longo Borghini, pemenang dua Giro sebelumnya, akhirnya merebut etape tersebut untuk kemenangan pertamanya tahun ini, mengalahkan Fisher-Black. Namun, sorotan tetap tertuju pada Vollering yang finis dengan keunggulan 30 detik atas Niedermaier di posisi kedua, sementara Van der Breggen tertinggal satu menit lebih di peringkat ketiga.
Kemenangan ini melengkapi koleksi Grand Tour Vollering setelah sebelumnya memenangi La Vuelta Femenina pada 2024 dan 2025, serta Tour de France Femmes pada 2023. Ia bergabung dengan Annemiek van Vleuten sebagai satu-satunya pebalap wanita yang mampu menaklukkan tiga Grand Tour berbeda. โSaya memberikan segalanya di tanjakan terakhirโitu adalah time trial terbaik dalam hidup saya,โ ujar Vollering usai balapan. โSaya harus siap mengambil risiko, meski berarti kehilangan segalanya. Saya berhasil, kami berhasil. Sulit dipercaya.โ
Pencapaian Vollering menegaskan dominasi Belanda di balap sepeda wanita. Dari lima besar klasemen akhir Giro tahun ini, empat di antaranya adalah pebalap Belanda. Hanya Elisa Longo Borghini dari Italia yang mampu menyusup di posisi ketiga. Bagi Indonesia, prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda, terutama dengan semakin populernya olahraga sepeda di Tanah Air. Meski belum ada pebalap Indonesia yang berlaga di level ini, ajang seperti Tour de France Femmes dan Giro d'Italia terus memperluas jangkauan globalnya, membuka peluang bagi talenta dari Asia.
Ke depan, Vollering diprediksi akan menjadi andalan di kejuaraan dunia dan Olimpiade. Dengan usianya yang masih 29 tahun, ia berpotensi menambah koleksi gelar dan memperkuat statusnya sebagai salah satu pebalap terbaik sepanjang masa. Pertanyaan besarnya: mampukah ia menyamai rekor Van Vleuten yang telah memenangi empat Grand Tour? Atau akankah muncul pesaing baru dari generasi berikutnya?



