Ethereum Anjlok 10% dalam Sehari, Pasar Kripto Dilanda Likuidasi Besar-besaran
Baca dalam 60 detik
- Ethereum kehilangan 10% nilainya dalam 24 jam, menjadi yang terburuk di antara aset kripto utama, dipicu oleh likuidasi paksa posisi beli berleverage.
- Total likuidasi pasar mencapai US$1,21 miliar, dengan US$935 juta berasal dari posisi long, menandakan aksi deleveraging agresif di tengah kepanikan.
- Level support kunci Ethereum di US$1.825 dan US$1.975 jebol, dan jika US$1.500 tak bertahan, koreksi bisa berlanjut ke US$1.380.

Ethereum (ETH) mengalami penurunan harga hingga 10% dalam 24 jam terakhir, jatuh ke level US$1.598,17, jauh lebih dalam dibandingkan koreksi Bitcoin yang hanya 3,92%. Aksi jual massal ini dipicu oleh likuidasi besar-besaran posisi beli berleverage di tengah ambruknya pasar altcoin secara luas.
Data pasar menunjukkan total likuidasi aset kripto global mencapai US$1,21 miliar dalam sehari, dengan US$935 juta berasal dari posisi long yang terpaksa ditutup. Ethereum menjadi salah satu yang paling terpukul karena tingginya rasio leverage di pasar derivatif. Para analis menilai gelombang likuidasi ini menciptakan lingkaran setan: penurunan harga memicu margin call, yang kemudian memaksa penjualan lebih lanjut.
Pemicu awal koreksi ini adalah aksi jual besar di sektor altcoin, dengan Zcash mencatat penurunan 50% dalam waktu singkat. Kepanikan menyebar ke seluruh pasar, menghapus posisi spekulatif yang menumpuk selama beberapa pekan terakhir. Menurut pengamat kripto, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi katalis untuk stabilisasi jangka pendek karena pasar telah membersihkan banyak posisi long yang rapuh.
Dari sisi teknikal, Ethereum telah menembus level support psikologis di US$1.825 dan US$1.975, mengonfirmasi pola bearish yang dikenal sebagai inverse Adam and Eve. Semua moving average utama kini bertindak sebagai resistance di atas harga saat ini. Para trader mencatat bahwa satu-satunya harapan untuk pembalikan adalah penutupan harian di atas level Fibonacci retracement 61,8% di sekitar US$1.641.
Pergerakan Ethereum ke depan sangat bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan zona support US$1.500โUS$1.600. Jika level ini bertahan, reli pemulihan jangka pendek bisa mendorong harga kembali ke US$1.825. Namun, jika gagal, koreksi berikutnya diperkirakan akan mengincar kantong likuiditas di US$1.380. Faktor kunci yang perlu dicermati adalah pergerakan Bitcoin: jika BTC kehilangan level US$60.000, tekanan jual baru dipastikan akan melanda seluruh altcoin, termasuk Ethereum.
Bagi investor di Indonesia, gejolak ini menjadi pengingat akan risiko tinggi perdagangan aset kripto berleverage. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti telah berulang kali memperingatkan masyarakat tentang bahaya leverage berlebih di pasar yang volatil. Meskipun beberapa pelaku pasar melihat kondisi oversold sebagai peluang beli, tren utama masih bearish dan pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu.
Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah aksi beli di zona support mampu menghentikan laju penurunan, atau justru likuidasi lanjutan akan membawa Ethereum ke level yang lebih dalam? Jawabannya akan sangat tergantung pada sentimen pasar global dan langkah para pemain besar dalam beberapa hari ke depan.



