Lara Croft Kembali 2027: Spesifikasi PC Tomb Raider: Legacy of Atlantis Bocor
Baca dalam 60 detik
- Crystal Dynamics dan Flying Wild Hog merilis spesifikasi PC awal untuk Tomb Raider: Legacy of Atlantis, yang dijadwalkan rilis 12 Februari 2027.
- Untuk pengalaman optimal, gamer disarankan menggunakan kartu grafis RTX 3080, sementara minimum GTX 1070 sudah cukup.
- Spesifikasi ini masih bersifat sementara dan kemungkinan berubah menjelang peluncuran, namun memberi gambaran awal bagi komunitas PC.

Lara Croft akan kembali beraksi pada 12 Februari 2027 lewat Tomb Raider: Legacy of Atlantis, dan Crystal Dynamics bersama Flying Wild Hog telah membagikan persyaratan sistem PC awal untuk game yang masih dalam pengembangan tersebut.
Dalam pengumuman resmi yang juga muncul di halaman Steam, pengembang menyertakan dua tingkat spesifikasi: minimum dan rekomendasi. Untuk sekadar menjalankan game, pemain membutuhkan prosesor Intel i5-8600 atau AMD Ryzen 5 3600, RAM 16 GB, dan kartu grafis setara GTX 1070 (8 GB), RTX 2060 Super, atau AMD RX 5700. Sementara itu, untuk menikmati grafis terbaik, disarankan prosesor Intel i7-9700K atau AMD Ryzen 5 5600X, RAM 16 GB, dan GPU RTX 3080 atau AMD RX 6800 XT. Ruang penyimpanan yang diperlukan mencapai 80 GB, terlepas dari pengaturan yang dipilih.
Angka-angka ini tentu masih bersifat sementara dan dapat berubah sebelum perilisan akhir. Namun, bocoran spesifikasi awal ini memberikan gambaran bagi para penggemar untuk mulai mempersiapkan perangkat keras mereka. Legacy of Atlantis disebut-sebut sebagai remake dari game pertama seri Tomb Raider, sehingga ekspektasi terhadap kualitas visual dan performa cukup tinggi.
Bagi gamer Indonesia, kabar ini menjadi pertimbangan penting mengingat harga komponen PC yang masih relatif tinggi di pasar lokal. Spesifikasi minimum yang membutuhkan GTX 1070—kartu grafis generasi Pascal—masih cukup terjangkau di pasar barang bekas, namun rekomendasi RTX 3080 jelas membutuhkan investasi lebih besar. Dengan tren harga GPU yang mulai stabil, para penggemar Tomb Raider di Tanah Air mungkin perlu mulai menabung atau menyesuaikan target perangkat keras mereka.
Menurut analis industri game, langkah Crystal Dynamics merilis spesifikasi awal ini cukup strategis untuk mengukur respons komunitas dan memberi waktu bagi pengembang untuk melakukan optimalisasi. “Ini adalah praktik umum untuk judul besar, terutama yang menggunakan teknologi baru seperti ray tracing atau fitur DLSS,” ujar seorang pengamat teknologi game. “Spesifikasi awal seringkali lebih tinggi dari kebutuhan akhir karena pengembang masih melakukan penyesuaian.”
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah Legacy of Atlantis akan mendukung teknologi upscaling seperti DLSS atau FSR, yang bisa meringankan beban GPU tanpa mengorbankan kualitas visual. Dengan jarak waktu lebih dari setahun menuju perilisan, masih ada peluang bagi Crystal Dynamics untuk menurunkan persyaratan sistem atau menambahkan fitur optimasi tambahan.



