Optimasi Memori Jadi Alasan Penundaan No Rest for the Wicked di Xbox dan Switch 2
Baca dalam 60 detik
- Moon Studios menunda versi Xbox Series S dan Switch 2 game No Rest for the Wicked karena kebutuhan optimasi memori yang ketat.
- Creative director Thomas Mahler membantah tuduhan kesepakatan eksklusivitas dengan PlayStation, menegaskan prioritas pada PC, Steam Deck, dan PS5.
- Tim pengembang berkomitmen menghadirkan port berkualitas tinggi, merujuk pada pengalaman sukses mengoptimalkan Ori di Switch.

Moon Studios, pengembang di balik game aksi RPG No Rest for the Wicked, memutuskan menunda perilisan versi Xbox Series S dan Nintendo Switch 2 yang semula dijadwalkan bersamaan dengan versi PC, Steam Deck, dan PlayStation 5 pada Oktober mendatang. Keputusan ini dipicu oleh kebutuhan optimasi teknis yang lebih dalam, terutama terkait keterbatasan memori pada kedua konsol tersebut.
Pengumuman penundaan itu sontak memicu spekulasi di media sosial, termasuk dugaan adanya kesepakatan eksklusivitas dengan PlayStation. Menanggapi hal itu, creative director Thomas Mahler angkat bicara melalui akun X miliknya. Ia menegaskan bahwa tidak ada kontrak eksklusivitas yang ditandatangani dengan Sony. "PC, Steam Deck, dan PS5 adalah platform yang kami yakini mampu menghadirkan pengalaman sesuai target untuk perilisan Oktober," tulis Mahler.
Mahler kemudian menjelaskan secara rinci tantangan optimasi yang dihadapi. Menurutnya, game No Rest for the Wicked dirancang dengan dunia yang terus-menerus disimulasi dan dialirkan secara langsung (streaming) di latar belakang, memuat dan membongkar data dalam jumlah besar seiring pemain bergerak. "Setiap megabyte sangat berarti. Pada Xbox Series S dan Switch 2, optimasi yang lebih keras diperlukan terutama karena anggaran memori yang lebih kecil," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa Moon Studios tidak akan mengirimkan port yang asal-asalan. "Kami selalu sangat bangga bisa merilis kedua game Ori di Switch dengan 60fps tanpa kompromi. Tapi itu membutuhkan waktu—dan hal yang sama berlaku di sini. Tujuan kami sederhana: di mana pun Anda bermain Wicked, rasanya harus luar biasa," tambah Mahler.
Penundaan ini mengingatkan pada tantangan serupa yang dihadapi banyak pengembang game ketika merilis judul berat di konsol dengan spesifikasi lebih rendah. Xbox Series S, misalnya, telah menjadi subjek perdebatan di kalangan developer karena RAM 10 GB-nya yang dianggap membatasi performa game generasi terbaru. Sementara itu, Switch 2—yang belum resmi diumumkan Nintendo—diharapkan membawa peningkatan signifikan, namun tetap memiliki batasan teknis tersendiri.
Bagi gamer di Indonesia, berita ini mungkin menimbulkan kekecewaan mengingat basis penggemar game aksi RPG yang cukup besar di Tanah Air. Namun, keputusan Moon Studios justru patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen terhadap kualitas, bukan sekadar mengejar jadwal rilis. Dengan pengalaman mereka mengoptimalkan Ori di Switch, ada harapan bahwa versi Xbox Series S dan Switch 2 nantinya akan tetap memuaskan.
Mahler menutup pernyataannya dengan meminta para penggemar untuk bersabar. "Kami tahu apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dan kami terus mengerjakannya." Pertanyaan besarnya kini: akankah penundaan ini berimbas pada momentum rilis game di tengah persaingan ketat genre souls-like yang semakin padat?



