Penjualan PS5 Anjlok 50% di Inggris, Sony Mulai Merasakan Dampak Kenaikan Harga
Baca dalam 60 detik
- Penjualan PS5 di Inggris turun drastis 50% pada Mei 2026, hanya unggul tipis 400 unit dari Xbox Series X|S yang justru naik 12%.
- Kenaikan harga konsol, aksesori, dan langganan PlayStation Plus diduga menjadi pemicu utama pelemahan permintaan di pasar utama.
- Nintendo Switch 2 kokoh di puncak penjualan, menandai pergeseran preferensi konsumen di tengah persaingan konsol generasi terbaru.

Penjualan PlayStation 5 di Inggris merosot hingga 50 persen pada Mei 2026, menandai salah satu penurunan paling tajam sejak konsol tersebut dirilis. Data dari firma riset NielsenIQ yang diungkap oleh jurnalis Christopher Dring dari The Game Business menunjukkan bahwa PS5 hanya mampu mengungguli Xbox Series X|S dengan selisih 400 unitโangka yang nyaris tidak berarti di tengah persaingan ketat industri gim global.
Lonjakan penjualan Xbox sebesar 12 persen pada periode yang sama sebagian besar didorong oleh rilis Forza Horizon 6, judul eksklusif yang menjadi magnet bagi penggemar balap. Sementara itu, Nintendo Switch 2 tetap mempertahankan posisi teratas, menegaskan dominasinya di pasar konsol Inggris. Data ini menjadi sinyal awal bahwa strategi harga agresif Sony mulai menuai risiko.
Dalam beberapa pekan terakhir, Sony menaikkan harga PS5, aksesori, serta langganan PlayStation Plus di berbagai wilayah. Keputusan itu diambil di tengah tekanan inflasi dan biaya produksi yang meningkat. Namun, data penjualan di Inggris mengindikasikan bahwa konsumen mulai sensitif terhadap perubahan harga, terutama ketika pesaing menawarkan nilai lebih dengan konten eksklusif yang kuat.
Bagi pasar Indonesia, tren ini patut dicermati. Meskipun pangsa pasar konsol di Indonesia tidak sebesar di Inggris, keputusan harga Sony kerap menjadi acuan bagi distributor dan konsumen lokal. Kenaikan harga PS5 di Indonesia beberapa waktu lalu telah memicu perdebatan di komunitas gamer, terutama karena daya beli yang lebih rendah dibandingkan negara maju. Jika tren penurunan penjualan berlanjut, bukan tidak mungkin Sony akan meninjau ulang strategi penetapan harga di kawasan Asia Tenggara.
Analis industri memperkirakan bahwa persaingan konsol akan semakin sengit menjelang akhir tahun. Microsoft dikabarkan menyiapkan sejumlah judul eksklusif tambahan, sementara Nintendo terus memanfaatkan momentum Switch 2 dengan portofolio gim pertama yang solid. Sony, di sisi lain, masih mengandalkan judul-judul besar seperti Marvel's Spider-Man 2 dan Final Fantasy VII Rebirth untuk menarik pembeli, namun efektivitasnya mulai dipertanyakan.
โPenurunan 50% dalam satu bulan adalah sinyal peringatan. Sony perlu memastikan bahwa kenaikan harga tidak mengorbankan basis penggemar setianya,โ ujar Christopher Dring dalam laporannya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Sony akan mempertahankan kebijakan harga saat ini atau justru meluncurkan promosi khusus untuk menggairahkan kembali penjualan. Dengan Switch 2 yang terus memimpin dan Xbox yang perlahan mengikis jarak, pasar konsol global mungkin akan menyaksikan perubahan peta kekuatan yang signifikan dalam waktu dekat.



