Kratos Tak Pensiun: Santa Monica Studio Janjikan Lebih Banyak Kisah Dewa Perang
Baca dalam 60 detik
- Santa Monica Studio menegaskan Kratos tetap menjadi karakter utama waralaba God of War meski spin-off Laufey berfokus pada Faye.
- Pernyataan resmi studio dan konfirmasi kreator Cory Barlog meredakan kekhawatiran penggemar akan masa depan sang Dewa Perang.
- Langkah ini membuka peluang ekspansi semesta God of War yang lebih luas, termasuk potensi adaptasi lintas media yang relevan bagi pasar Indonesia.

Santa Monica Studio memastikan bahwa Kratos tidak akan ditinggalkan. Melalui unggahan di media sosial X, pengembang gim asal Amerika Serikat itu menegaskan bahwa mereka masih memiliki banyak cerita yang ingin diangkat bersama karakter ikonik tersebut, meskipun proyek terbaru mereka, God of War Laufey, justru berpusat pada Faye—istri Kratos yang selama ini hanya muncul dalam kilas balik.
"Kratos adalah Dewa Perang—kami masih punya banyak kisah untuk diceritakan bersamanya," demikian bunyi pernyataan resmi studio. "Untuk saat ini, kami antusias mengajak penggemar menjelajahi alam baka para dewa bersama Faye dan berharap kalian ikut serta dalam petualangan ini!" Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang setelah pengumuman God of War Laufey beberapa waktu lalu, di mana banyak penggemar khawatir bahwa Kratos akan dipinggirkan.
Kekhawatiran tersebut bukannya tanpa alasan. Sejak seri God of War 2018, karakter Kratos mengalami transformasi mendalam—dari sosok haus dendam menjadi ayah yang bijaksana. Perjalanan emosionalnya bersama Atreus menjadi daya tarik utama yang membuat waralaba ini meraih pujian kritis dan komersial. Oleh karena itu, keputusan untuk menggeser fokus ke Faye dianggap berisiko oleh sebagian komunitas. Namun, Santa Monica Studio bergerak cepat untuk meredam spekulasi.
Direktur kreatif Santa Monica Studio, Cory Barlog, dalam sebuah wawancara turut memperkuat pesan tersebut. "Ini menarik. Faye, meskipun karakternya berbeda, adalah bagian integral dari semesta besar yang ingin kami jelajahi, bersama dengan berbagai karakter lain. Akan selalu ada gim Kratos di sepanjang sejarah waralaba ini. Kami sangat antusias tentang hal itu," ujar Barlog. Pernyataan Barlog mengindikasikan bahwa God of War Laufey bukanlah pengganti, melainkan perluasan alam semesta yang memungkinkan pengembangan karakter lain tanpa mengorbankan Kratos.
Keputusan Santa Monica Studio untuk memperluas cerita ke arah Faye juga membuka peluang baru dalam narasi mitologi Nordik yang telah menjadi latar dua gim terakhir. Faye, yang dalam mitos aslinya adalah seorang raksana (jötunn), memiliki latar belakang yang kaya namun belum banyak dieksplorasi. Dengan menjadikannya protagonis, studio dapat menggali sisi lain dari dunia God of War—termasuk perspektif para dewa dan makhluk yang selama ini hanya menjadi antagonis atau figuran.
Bagi penggemar di Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Pasar gim Tanah Air termasuk salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, dengan basis pemain PlayStation yang solid. Serial God of War sendiri memiliki komunitas penggemar yang aktif, terbukti dari banyaknya diskusi di forum-forum lokal dan grup media sosial. Jika Amazon Prime Video benar-benar merealisasikan serial God of War, potensi penayangan di platform streaming yang tersedia di Indonesia—seperti Prime Video atau Netflix—akan menjadi angin segar bagi penggemar yang ingin menikmati kisah Kratos dalam format berbeda.
Namun, pertanyaan yang tersisa adalah: kapan penggemar akan kembali melihat Kratos sebagai karakter utama? Meskipun Santa Monica Studio berjanji bahwa kisahnya belum berakhir, jadwal rilis gim Kratos berikutnya masih belum diumumkan. Dengan God of War Laufey yang diperkirakan baru akan hadir dalam beberapa tahun ke depan, para penggemar mungkin harus bersabar. Akankah Kratos muncul sebagai cameo dalam petualangan Faye, atau justru menjadi jembatan menuju babak baru yang lebih epik? Hanya waktu yang bisa menjawab.



