Setelah Empat Tahun Misteri, The Lost Wild Akhirnya Muncul di State of Play Sony
Baca dalam 60 detik
- Game horor dinosaurus The Lost Wild resmi dijadwalkan rilis tahun depan untuk PS5 dan PC setelah vakum sejak 2022.
- Pengembang Annapurna Interactive memamerkan cuplikan anyar dalam acara State of Play, menegaskan mekanisme siluman dan pengalihan perhatian sebagai kunci bertahan hidup.
- Kembalinya judul ini menandai tren industri game yang mulai berani mengeksplorasi subgenre survival horror prasejarah dengan pendekatan naratif modern.

Setelah nyaris empat tahun tak terdengar kabarnya, gim horor bertema dinosaurus garapan Annapurna Interactive, The Lost Wild, akhirnya tampil kembali dalam ajang State of Play yang digelar Sony pekan ini. Kemunculan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa proyek yang pertama kali diumumkan pada Juli 2022 itu masih hidup dan dijadwalkan rilis tahun depan untuk konsol PlayStation 5 dan PC.
Dalam cuplikan terbaru yang diperlihatkan, pemain akan diajak menjelajahi fasilitas riset yang hilang di tengah hutan lebat. Alih-alih aksi tembak-menembak, gim ini menekankan pendekatan siluman dan penciptaan pengalihan perhatian sebagai strategi utama bertahan hidup. Para pengamat menilai pilihan desain ini membedakan The Lost Wild dari judul horor bertema dinosaurus lain yang cenderung mengedepankan pertempuran langsung.
Kembalinya The Lost Wild ke panggung utama setelah vakum panjang menunjukkan bagaimana penerbit seperti Annapurna Interactive—yang dikenal lewat judul-judul naratif seperti Stray dan What Remains of Edith Finch—berani mengambil risiko pada proyek-proyek non-arus utama. Bagi industri gim global, fenomena ini menggarisbawahi pergeseran minat pemain terhadap pengalaman horor yang lebih mencekam secara psikologis ketimbang sekadar aksi monster.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran gim semacam ini membuka peluang baru bagi pengembang lokal yang tertarik pada genre horor bertema prasejarah. Meskipun belum ada rencana lokalisasi bahasa Indonesia, popularitas gim horor di Tanah Air—terlihat dari suksesnya judul seperti DreadOut dan Pamali—menunjukkan bahwa cerita berlatar hutan dan makhluk purba bisa memiliki daya tarik kuat. Penerbit yang cermat dapat memanfaatkan momentum ini untuk menjajaki kerja sama distribusi atau bahkan konten buatan penggemar.
Menurut analis industri gim, kembalinya The Lost Wild juga menjadi sinyal bahwa Sony mulai memberi ruang lebih besar bagi gim-gim indie dengan konsep unik dalam ajang State of Play. Strategi ini diyakini untuk memperkuat posisi PS5 sebagai platform yang tidak hanya mengandalkan gim AAA, tetapi juga pengalaman alternatif yang kaya narasi. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: akankah The Lost Wild mampu memenuhi ekspektasi tinggi setelah penantian panjang, atau justru menjadi catatan peringatan bagi proyek yang terlalu lama mengendap?



