RGG Studio Umumkan Tanggal Rilis Stranger Than Heaven, Tupac Masuk Daftar Karakter
Baca dalam 60 detik
- Game terbaru RGG Studio, Stranger Than Heaven, akan dirilis pada 15 Januari 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC.
- Selain Snoop Dogg, mendiang rapper Tupac Shakur juga akan tampil sebagai karakter dalam game tersebut.
- Pengumuman ini disampaikan dalam ajang Summer Game Fest 2026, menandai kolaborasi unik antara budaya hip-hop dan game Jepang.

RGG Studio, pengembang di balik seri Yakuza dan Like a Dragon, mengumumkan bahwa game terbaru mereka, Stranger Than Heaven, akan dirilis pada 15 Januari 2027. Kabar ini disampaikan dalam ajang Summer Game Fest 2026, bersamaan dengan kejutan bahwa mendiang ikon hip-hop Tupac Shakur akan muncul sebagai karakter dalam game tersebut.
Game ini akan tersedia untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC. Kehadiran Tupac melengkapi daftar bintang yang sebelumnya sudah termasuk Snoop Dogg, yang juga akan tampil dalam judul yang sama. Kolaborasi antara studio Jepang dengan legenda rap Amerika ini menjadi sorotan utama, menunjukkan ambisi RGG Studio untuk menjangkau pasar global dengan menggabungkan elemen budaya pop Barat.
Meski detail alur dan gameplay masih dirahasiakan, trailer yang dirilis bersamaan dengan pengumuman memberikan gambaran visual yang khas dengan gaya RGG Studio yang sinematik. Stranger Than Heaven tampaknya akan menghadirkan narasi yang tidak biasa, sesuai dengan judulnya yang terinspirasi dari ungkapan โtruth is stranger than fiction.โ
Bagi penggemar game di Indonesia, kehadiran Tupac dalam game ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Mengingat popularitas musik hip-hop di Tanah Air, terutama di kalangan gamer milenial dan Gen Z, kolaborasi semacam ini berpotensi memperluas basis pemain RGG Studio di Asia Tenggara. Namun, belum ada informasi mengenai dukungan bahasa Indonesia atau harga regional.
Menurut analis industri game, langkah RGG Studio ini merupakan strategi untuk membedakan diri di tengah persaingan game AAA yang semakin ketat. โMenghadirkan ikon budaya seperti Tupac, yang telah meninggal namun tetap relevan, adalah cara cerdas untuk menciptakan buzz,โ ujar seorang pengamat. Namun, tantangan teknis dan lisensi untuk menggunakan kemiripan artis yang telah tiada juga perlu diantisipasi.
Dengan perilisan yang masih dua tahun lagi, pertanyaan besar adalah seberapa besar peran Tupac dalam cerita utama. Akankah ia menjadi karakter yang dapat dimainkan, atau sekadar cameo? Jawabannya baru akan terungkap seiring dengan semakin dekatnya tanggal rilis.



