Atari dan Digital Eclipse Hadirkan Koleksi Game Toy Story untuk Konsol dan PC
Baca dalam 60 detik
- Toy Story 3: Complete Edition dan Toy Story: Retro Roundup akan dirilis pada Oktober 2026 untuk berbagai platform.
- Remaster Toy Story 3 menawarkan grafis 4K 60 FPS dan mode Toy Chest dengan dunia terbuka ala Barat.
- Koleksi Retro Roundup memuat 11 versi game dari waralaba Toy Story dan A Bug's Life, lengkap dengan fitur rewind dan kode curang.

Atari dan Digital Eclipse mengumumkan kejutan bagi para penggemar film animasi Pixar. Menjelang perilisan Toy Story 5 di bioskop pada 17 Juni 2026, dua paket permainan video klasik akan hadir di berbagai platform modern. Toy Story 3: Complete Edition dan Toy Story: Retro Roundup dijadwalkan meluncur pada 15 Oktober 2026 untuk PlayStation, Xbox, Nintendo Switch, Switch 2, dan PC.
Keputusan ini menandai langkah strategis Atari untuk menghidupkan kembali waralaba yang telah lama dinantikan. Dengan semakin populernya game retro dan nostalgia, peluncuran ini diharapkan menarik pemain lama maupun baru. Toy Story 3: Complete Edition merupakan remaster dari game asli tahun 2010, dengan peningkatan grafis hingga resolusi 4K dan kecepatan 60 frame per detik. Mode cerita utama tetap dipertahankan, begitu pula Toy Chest mode yang memungkinkan pemain menjelajahi dunia terbuka bergaya koboi.
Sementara itu, Toy Story: Retro Roundup menghadirkan koleksi 11 versi game dari berbagai judul, termasuk Toy Story dan A Bug's Life. Koleksi ini mencakup fitur modern seperti rewind (mundur waktu) dan kode curang, memberikan kemudahan bagi pemain yang ingin bernostalgia tanpa kesulitan teknis. Game-game tersebut akan tersedia untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch, Switch 2, dan PC.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini menjadi angin segar di tengah maraknya game modern. Meskipun tidak ada perilisan fisik di Tanah Air, para pemain dapat mengaksesnya melalui toko digital seperti Steam, PlayStation Store, atau Nintendo eShop. Harga belum diumumkan, namun biasanya game remaster semacam ini dibanderol sekitar Rp200.000 hingga Rp400.000. Ketersediaan subtitle bahasa Indonesia juga belum dikonfirmasi, tetapi mengingat basis penggemar yang besar, kemungkinan besar akan ada dukungan bahasa.
Menurut analis industri game, langkah Atari ini cerdas karena memanfaatkan momentum film baru. โToy Story 5 dipastikan akan menjadi blockbuster, dan merilis game tepat pada bulan yang sama bisa saling menguntungkan,โ ujar seorang pengamat. Namun, tantangan terbesar adalah apakah game klasik ini bisa bersaing dengan judul-judul AAA modern. Dengan fitur-fitur tambahan seperti rewind, setidaknya para pemain yang tidak terbiasa dengan kontrol lama bisa menikmati permainan tanpa frustrasi.
Ke depannya, apakah Atari akan melanjutkan tren remaster ini ke waralaba lain? Mengingat kesuksesan koleksi serupa seperti Disney Classic Games, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak judul nostalgia dari era 90-an dan 2000-an. Bagi penggemar Toy Story, Oktober 2026 menjadi bulan yang patut dinantikan.



