Pasca-Ashes, Inggris Bangun Ulang Mesin Pacu: Robinson, Atkinson, Tongue Jadi Tumpuan
Baca dalam 60 detik
- Ollie Robinson, Gus Atkinson, dan Josh Tongue menjadi trio pace bowling utama Inggris untuk seri melawan Selandia Baru, menggantikan era Anderson-Broad.
- Robinson diplot sebagai pemimpin serangan, Atkinson sebagai pendukung, dan Tongue sebagai pembuat peluang (X-factor) dengan strike rate impresif.
- Inggris harus mengganti 1.619 wicket Test yang hilang akibat pensiun atau cedera, menjadikan pace bowling sebagai sektor paling kritis musim ini.

Kekalahan telak dari Australia di Ashes 2021-22 meninggalkan luka yang belum sepenuhnya sembuh, namun musim panas Inggris kali ini justru menawarkan secercah harapan baru. Bukan melalui perubahan besar-besaran di jajaran pemain, melainkan dengan merombak ulang mesin pacu yang menjadi tulang punggung tim. Untuk pertama kalinya sejak 2007, Inggris akan menjalani musim kandang tanpa trio legendaris James Anderson, Stuart Broad, dan Chris Woakes โ sebuah fakta yang menempatkan sektor pace bowling sebagai pusat perhatian.
Dalam skuad 15 pemain yang diumumkan untuk laga pertama melawan Selandia Baru di Lord's, pelatih Ben Stokes dan direktur kriket Rob Key memanggil delapan opsi bowling, termasuk kapten sendiri. Keputusan ini, menurut mantan pemain timnas Inggris Steven Finn, mencerminkan ketidakpastian yang masih menyelimuti tim. โSaya tidak tahu persis apa yang dibicarakan di internal, tapi skuad sebesar ini menandakan ada keraguan,โ tulis Finn dalam analisisnya untuk BBC Sport.
Finn, yang pernah menjadi bagian dari tim Inggris yang dihancurkan Australia 5-0 pada 2013-14, melihat pola berbeda kali ini. Saat itu, pelatih Andy Flower mundur, Kevin Pietersen pensiun, dan beberapa pemain seperti Tim Bresnan serta Monty Panesar tak pernah lagi berseragam Inggris. Kini, perubahan lebih bersifat perombakan posisi dan teguran ringan. Zak Crawley, misalnya, menjadi korban paling menonjol dengan digantikan Emilio Gay di urutan pembuka. Namun, Finn menilai Crawley masih punya masa depan, mungkin lebih cocok di posisi tengah.
Yang paling menarik adalah bagaimana Inggris membagi peran di lini pace bowling. Finn mengidentifikasi tiga peran kunci: pemimpin serangan (attack leader), pendukung (supporting actor), dan pembuat peluang (X-factor). Ollie Robinson, yang dipanggil kembali setelah dua tahun absen, ditunjuk sebagai pemimpin. Dengan rata-rata bowling 22,92 dalam 20 Test, Robinson dinilai memiliki disiplin dan keterampilan yang dibutuhkan. โDia harus bisa mengambil keputusan tepat kapan harus terlibat dengan lawan dan bertahan di lapangan selama lima hari,โ ujar Finn. Di usia 32 tahun, Robinson mengaku lebih matang dan siap menjadi andalan.
Peran pendukung diberikan kepada Gus Atkinson, pace bowler Surrey yang dikenal tenang dan efisien. Gaya lemparannya yang over-the-top dengan scrambled-seam membuatnya sulit ditebak. โDia lebih cepat dari yang orang kira, dan kontrolnya bagus. Cocok melengkapi Robinson,โ kata Finn. Sementara itu, Josh Tongue menjadi X-factor setelah penampilan impresif di Ashes. Dengan sudut lemparan yang tidak biasa dan kemampuan menggerakkan bola menjauh dari pemukul kidal, Tongue menjadi mimpi buruk bagi lawan. Finn menyesalkan Tongue tidak dimainkan di Test pertama Ashes di Perth, dan kini ia punya kesempatan membuktikan diri.
Dua nama besar absen dari skuad: Brydon Carse, pengambil wicket terbanyak Inggris di Ashes, dan Jofra Archer yang masih terikat kontrak Indian Premier League. Finn menilai Carse bisa menjadi alternatif Tongue saat bola mulai aus, sementara Archer lebih cocok sebagai pendukung daripada pemimpin serangan. โArcher punya kemampuan untuk berbagai peran, tapi secara alami dia bukan pemimpin,โ ujarnya.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, dinamika pace bowling Inggris ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim besar beradaptasi setelah kehilangan pilar-pilar legendaris. Indonesia sendiri tengah mengembangkan kriket, dan strategi Inggris dalam membangun kembali mesin pacu bisa menjadi pelajaran berharga. Pertanyaan besarnya: akankah trio Robinson-Atkinson-Tongue mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Anderson dan Broad? Jawabannya akan mulai terlihat di Lord's, Kamis ini.



