Jalan Amblas di Lenteng Agung: Perbaikan Dimulai Malam Ini, Buka Tutup Jalur Diberlakukan
Baca dalam 60 detik
- Ruas jalan yang amblas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, telah ditutup sementara dengan pelat besi dan mulai dilalui kendaraan sejak pukul 17.00 WIB.
- Perbaikan permanen menggunakan box culvert ukuran 2 meter akan dilakukan bertahap selama 2-3 malam, dimulai setelah pukul 21.00 WIB, dengan sistem buka tutup satu lajur.
- Kerusakan diduga akibat konstruksi saluran air bawah tanah yang sudah tua dan diperparah oleh tingginya intensitas hujan, mengancam kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.

Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang mengalami ambles selebar tiga meter pada Jumat sore, mulai bisa dilintasi kendaraan setelah ditutup pelat besi. Namun, pengendara harus bersiap menghadapi sistem buka tutup jalur selama proses perbaikan yang akan berlangsung mulai malam ini hingga beberapa hari ke depan.
Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air Kecamatan Jagakarsa, Sartono, mengatakan perbaikan permanen akan dilakukan secara bertahap dengan memasang box culvert berukuran 2 meter. Pengerjaan dimulai setelah pukul 21.00 WIB untuk meminimalkan gangguan lalu lintas. "Mungkin 2 sampai 3 malam, maksimalnya," ujarnya, Jumat (29/5).
Selama proses pemasangan box culvert, tidak akan ada penutupan total jalan. Sebaliknya, petugas akan memberlakukan buka tutup sebagian lajur, sehingga hanya satu jalur yang bisa digunakan secara bergantian. Sartono memperkirakan akan terjadi perlambatan laju kendaraan, terutama pada jam sibuk malam hari. "Kami mohon masyarakat mendukung dan bersabar demi kelancaran kegiatan," imbuhnya.
Sebelumnya, pada pukul 15.20 WIB, petugas Dinas Perhubungan dan kepolisian mulai membuka kembali arus lalu lintas setelah jalan amblas ditutup dengan pelat besi. Transjakarta dan kendaraan pribadi sudah terlihat melintas, meski kecepatan kendaraan menurun drastis di lokasi. Pengendara diminta waspada terhadap perubahan kondisi jalan yang masih dalam tahap penanganan darurat.
Berdasarkan dugaan sementara, amblesnya jalan disebabkan oleh kerusakan konstruksi saluran air lama yang berada di bawah badan jalan. Saluran tersebut diperkirakan telah mengalami penurunan kualitas seiring bertambahnya usia infrastruktur, diperparah oleh tingginya intensitas hujan beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur perkotaan di Jakarta, terutama di wilayah dengan drainase bawah tanah yang sudah berusia puluhan tahun.
Kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di Jakarta. Beberapa ruas jalan lain juga pernah ambles akibat faktor serupa, menimbulkan pertanyaan tentang pemeliharaan saluran air bawah tanah secara berkala. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan audit menyeluruh terhadap infrastruktur saluran air di titik-titik rawan untuk mencegah insiden berulang.
Dengan perbaikan yang diperkirakan selesai dalam tiga hari ke depan, warga dan pengguna jalan Lenteng Agung masih harus bersabar menghadapi kemacetan dan pengalihan arus. Akankah penanganan kali ini menjadi solusi jangka panjang, atau hanya sekadar tambalan sementara? Semua bergantung pada kualitas pemasangan box culvert dan komitmen pemeliharaan ke depannya.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7074625/original/022844300_1779854174-an1.jpg)
