AZKO Buktikan Diri di Tengah Perubahan Selera: Laba Melonjak 18,3% di Kuartal I-2026
Baca dalam 60 detik
- PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) membukukan laba bersih Rp163,59 miliar pada kuartal I-2026, naik 18,3% year-on-year, didorong oleh transformasi merek dan ekspansi agresif.
- Melalui konsep toko next-gen dan brand NEKA, AZKO merespons pergeseran konsumen yang mengutamakan pengalaman belanja, bukan sekadar transaksi.
- Dengan target pertumbuhan penjualan mid-to-high single digit dan belanja modal Rp400-450 miliar, AZKO fokus memperluas jangkauan ke kota lapis kedua dan ketiga.

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), pengelola jaringan ritel AZKO, mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 18,3% menjadi Rp163,59 miliar pada kuartal pertama 2026, didukung oleh penjualan bersih yang naik 10,1% menjadi Rp2,35 triliun. Kinerja ini menjadi bukti bahwa strategi rebranding dan inovasi pengalaman belanja mulai membuahkan hasil di tengah perubahan preferensi konsumen Indonesia.
Momentum Ramadan dan Idulfitri yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya turut mendongkrak transaksi. Namun, yang lebih penting, ACES berhasil membaca pergeseran perilaku konsumen modern yang tidak lagi sekadar berbelanja, melainkan mencari pengalaman. Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai AZKO kini mengedepankan konsep seamless digital first yang dipadukan dengan zona inspirasi praktis di dalam gerainya.
Transformasi ini tidak berhenti pada perubahan nama. AZKO telah meresmikan Experience Store pertamanya di Mal Living World Alam Sutera pada awal 2025, kemudian menghadirkan gerai dengan konsep baru di Pondok Indah Mall 1 dan Living Plaza Bintaro pada Oktober 2025. Toko-toko ini mengusung Inspirative Trend Zone, area tematik yang menampilkan produk gaya hidup terkini seperti perlengkapan olahraga dan wellness. Direktur ACES, Gregory S. Widjaja, menegaskan bahwa pembaruan ini adalah wujud komitmen untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih menarik secara visual dan emosional.
Untuk menjangkau segmen yang lebih luas, ACES meluncurkan NEKA, merek yang menawarkan kebutuhan rumah dan gaya hidup dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini menjadi strategi untuk mengakomodasi konsumen yang sensitif terhadap harga tanpa meninggalkan kualitas. Di sisi lain, AZKO terus memperkuat loyalitas pelanggan melalui peningkatan layanan, ketersediaan produk, dan pengalaman belanja omnichannel.
Ekspansi geografis juga menjadi fokus utama. Sepanjang 2025, ACES membuka 27 toko baru, termasuk di wilayah timur Indonesia seperti Abepura dan Sorong, Papua. Hingga akhir tahun, perusahaan mengoperasikan 265 toko AZKO yang tersebar di 90 kota. Untuk 2026, ACES menargetkan pembukaan 25-30 toko AZKO baru, terutama di kota lapis kedua dan ketiga, serta 40-50 toko NEKA. Perusahaan juga akan melanjutkan program rejuvenasi toko eksisting dan menghadirkan produk inovatif seperti kategori smart home dan smart kitchen.
Dengan belanja modal sebesar Rp400-450 miliar, ACES optimistis dapat mencapai pertumbuhan penjualan di kisaran mid-to-high single digit pada 2026. Pertanyaannya, apakah strategi diferensiasi melalui pengalaman belanja dan ekspansi agresif ini cukup untuk mempertahankan momentum di tengah persaingan ritel yang semakin ketat? Jawabannya akan terlihat dari konsistensi eksekusi dan respons pasar terhadap inovasi yang ditawarkan.



