Kejutan di Roland Garros: Rybakina Tersingkir, Sabalenka Aman di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Elena Rybakina, unggulan kedua, takluk dari Yuliia Starodubtseva yang berada di peringkat 55 dalam dua set dramatis.
- Kekalahan ini memastikan Aryna Sabalenka tetap menjadi nomor satu dunia tanpa perlu menunggu hasil pertandingannya.
- Starodubtseva, yang tahun lalu juga mengalahkan finalis 2024, kini bersiap menghadapi Wang Xiyu di babak ketiga.

Elena Rybakina, petenis nomor dua dunia, harus mengakui keunggulan Yuliia Starodubtseva yang berada di peringkat 55 dalam laga putaran kedua Prancis Terbuka, Rabu (29/5). Kekalahan ini menjadi kejutan terbesar turnamen sejauh ini, sekaligus mengakhiri harapan Rybakina untuk merebut posisi puncak klasemen WTA.
Bermain di Lapangan Suzanne Lenglen, Rybakina sempat unggul di set pertama dengan skor 6-3. Namun, performanya menurun drastis pada set-set berikutnya. Starodubtseva membalikkan keadaan dengan memenangi sembilan dari sepuluh gim berikutnya, memaksa Rybakina bermain di set penentuan. Pada tie-break set ketiga, Rybakina melakukan double fault di poin pertama dan tak mampu mengejar ketertinggalan, akhirnya kalah 6-7 (4-10).
Statistik mencatat Rybakina melakukan 71 kesalahan sendiri (unforced errors) dan hanya 53% servis pertamanya masuk. Padahal, servis keras dan pukulan presisi adalah senjata andalan juara Australia Terbuka 2024 itu. โSaya berlatih dengan baik sebelum turnamen, tapi hari ini performa saya sangat buruk,โ ujar Rybakina seusai pertandingan.
Kekalahan ini juga berdampak pada persaingan peringkat dunia. Rybakina, yang berusia 26 tahun, membutuhkan setidaknya lolos ke semifinal untuk menggeser Aryna Sabalenka dari posisi nomor satu. Namun, dengan tersingkirnya Rybakina, Sabalenka dipastikan tetap menjadi ratu tenis dunia, terlepas dari hasil pertandingannya di Roland Garros.
Kondisi cuaca yang panas, dengan suhu mencapai pertengahan 30 derajat Celsius, ikut memengaruhi permainan. Rybakina mengakui bahwa bola menjadi sulit dikendalikan dalam suhu tinggi. โSaya tidak merasa fisik saya buruk, tapi energi saya tidak ada. Saat panas, bola melayang ke mana-mana. Sulit mengontrolnya jika tangan tidak cepat,โ jelasnya.
Bagi Starodubtseva, kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Petenis asal Ukraina itu mengaku sangat bahagia bisa mengalahkan salah satu pemain terbaik dunia. โElena adalah pemain top. Saya bangga bisa melakukan ini,โ katanya. Di babak selanjutnya, Starodubtseva akan berhadapan dengan Wang Xiyu dari China.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kekalahan Rybakina membuka peluang bagi petenis Asia lainnya untuk melangkah lebih jauh. Wang Xiyu, yang kini menjadi harapan Asia di nomor tunggal putri, akan menghadapi Starodubtseva yang sedang dalam performa terbaik. Pertandingan ini bisa menjadi tontonan menarik, mengingat keduanya sama-sama memiliki permainan agresif.
Ke depan, Rybakina perlu mengevaluasi konsistensinya di turnamen Grand Slam. Setelah gagal di Australia Terbuka 2024 dan kini di Prancis Terbuka, akankah ia mampu bangkit di Wimbledon? Atau justru Starodubtseva akan terus menjadi momok bagi unggulan tinggi?

.jpeg)

