Manchester United Siapkan Rekor Transfer demi Elliot Anderson: Gelandang Nottingham Forest yang Lebih Unggul dari Ederson
Baca dalam 60 detik
- Manchester United terus melakukan negosiasi intensif untuk merekrut Elliot Anderson dari Nottingham Forest, dengan nilai transfer diperkirakan mencapai £120 juta, melampaui rekor Declan Rice.
- Anderson dinilai lebih unggul dari target utama lainnya, Ederson dari Atalanta, dalam berbagai metrik serangan dan pertahanan, serta memiliki pengalaman Premier League yang sudah teruji.
- Kesepakatan harus dipercepat karena Anderson diproyeksikan menjadi starter Inggris di Piala Dunia 2026, yang bisa meningkatkan harga dan statusnya.

Manchester United dikabarkan terus menjalin komunikasi intensif dengan Nottingham Forest untuk mengamankan jasa gelandang serba bisa Elliot Anderson, meskipun Manchester City saat ini memimpin perburuan. Menurut laporan Fabrizio Romano, Setan Merah melakukan panggilan rutin untuk membujuk pemain berusia 23 tahun itu bergabung ke Old Trafford, dengan nilai transfer yang diperkirakan menembus rekor Premier League untuk gelandang, sekitar £120 juta.
Anderson, yang baru debut bersama Timnas Inggris pada September lalu, diproyeksikan menjadi mitra Declan Rice di lini tengah The Three Lions pada Piala Dunia 2026 mendatang. Hal ini membuat Manchester United harus bergerak cepat sebelum harga dan pamornya melambung setelah turnamen. Pemain yang sempat dipinjamkan ke League Two pada 2022/23 itu kini menjelma sebagai sosok kunci di Nottingham Forest, mengemas empat gol dan empat assist musim ini—catatan yang lebih baik dibanding target utama United lainnya, Ederson dari Atalanta.
Perbandingan statistik menunjukkan dominasi Anderson di berbagai aspek. Ia unggul dalam jumlah peluang besar yang diciptakan (9 berbanding 3), umpan kunci per laga (1,4 vs 0,8), serta tekel (2,7 vs 2,0), intersepsi (1,1 vs 0,9), dan perebutan bola (8,1 vs 4,4) per pertandingan. Sementara Ederson, yang merupakan bagian dari tim Atalanta juara Liga Europa 2024, diragukan kemampuannya beradaptasi di Premier League mengingat minimnya pengalaman di Inggris—sebuah kekhawatiran yang muncul setelah beberapa rekrutan dari Serie A seperti Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee kesulitan bersinar.
Bagi Manchester United, merekrut Anderson bukan sekadar menambah opsi di lini tengah, melainkan investasi jangka panjang. Gelandang serba bisa ini dinilai mampu menjadi fondasi tim untuk 5-10 tahun ke depan, menggantikan peran Casemiro yang telah hengkang. Performa impresif Anderson saat menghadapi United langsung—dengan dua assist dalam kemenangan 3-2 di City Ground—semakin meyakinkan manajemen bahwa ia adalah jawaban atas kebutuhan kualitas dan kuantitas di lini tengah.
Di sisi lain, keputusan United untuk mengejar Anderson juga mencerminkan strategi baru INEOS yang lebih mengutamakan pemain dengan rekam jejak Premier League. Keberhasilan Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha musim ini menjadi bukti bahwa pemain yang sudah teruji di Inggris lebih cepat beradaptasi. Sementara Ederson, yang gagal masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia, dianggap sebagai opsi kedua yang lebih berisiko.
Dengan jendela transfer yang belum resmi dibuka, United harus bekerja keras untuk mengalahkan City yang juga mengincar Anderson. Jika berhasil, ini akan menjadi pernyataan ambisi yang jelas: United tidak hanya ingin bersaing di papan atas, tetapi membangun kembali dominasi dengan merekrut bintang masa depan. Pertanyaannya, akankah Anderson memilih Old Trafford daripada Etihad, dan apakah United mampu menyelesaikan kesepakatan sebelum Piala Dunia mengubah segalanya?


