Empat Wajah Baru BRI Super League 2025/2026: Dari Lapangan Hijau ke Pelukan Timnas
Baca dalam 60 detik
- Dony Tri Pamungkas, Cahya Supriadi, Rivaldo Pakpahan, dan Yano Putra menjadi sorotan berkat konsistensi dan statistik mentereng di musim perdana BRI Super League.
- Tiga dari empat pemain muda ini berhasil menembus skuad Timnas Indonesia asuhan John Herdman, menandai regenerasi pemain lokal yang menjanjikan.
- Performa impresif mereka membuka peluang karier lebih cerah, baik di level klub maupun internasional, meskipun Yano Putra harus bersaing lebih keras setelah PSBS Biak terdegradasi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315888/original/027415800_1755175451-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__64_of_75_.jpg)
Musim perdana BRI Super League 2025/2026 menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda sepak bola Indonesia. Empat pemain berusia di bawah 23 tahun sukses mencuri perhatian, tidak hanya di level klub, tetapi juga di mata pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Mereka adalah Dony Tri Pamungkas, Cahya Supriadi, Rivaldo Pakpahan, dan Yano Putraโnama-nama yang kini dianggap sebagai fondasi masa depan sepak bola nasional.
Keempat pemain ini menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi. Indikatornya bukan sekadar menit bermain reguler, melainkan juga kontribusi statistik yang solid. Dony, misalnya, tampil sebagai bek kiri andalan Persija Jakarta dengan torehan 26 penampilan, 70 intersep, dan 52 pemulihan. Pemain berusia 21 tahun itu bahkan dinobatkan sebagai Best Young Player BRI Super League musim ini. Sementara itu, Cahya Supriadi, kiper PSIM Yogyakarta, mencatatkan sembilan cleansheet dari 32 laga dengan rasio penyelamatan mencapai 83 persenโangka yang membuatnya kembali dipanggil ke Timnas untuk FIFA Matchday Juni 2026.
Di lini tengah, Rivaldo Pakpahan menjadi motor permainan Borneo FC. Gelandang 23 tahun itu mencatat akurasi umpan 92 persen, 84 intersep, dan 59 pemulihan dalam 26 pertandingan. Kontribusinya membantu Borneo FC bersaing di papan atas, meski akhirnya harus puas sebagai runner-up. Sementara itu, Yano Putra, gelandang PSBS Biak, menjadi satu-satunya pemain dari klub yang terdegradasi yang tetap bersinar. Dengan 31 penampilan, dua gol, dan dua assist, ia menjadi rebutan sejumlah klub musim depan.
Fenomena ini tidak lepas dari peran John Herdman yang aktif memantau perkembangan pemain muda. Pelatih asal Inggris itu telah memanggil tiga dari empat pemain tersebut untuk memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi skuad Garuda, yang selama ini kerap bergantung pada pemain naturalisasi. โKami melihat potensi besar dari para pemain muda ini. Mereka tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki mentalitas untuk bersaing di level tertinggi,โ ujar Herdman dalam sesi wawancara beberapa waktu lalu.
Namun, perjalanan Yano Putra sedikit berbeda. Meski performanya di PSBS Biak impresif, klubnya harus terdegradasi ke kasta kedua karena masalah internal. Hal ini membuat masa depannya di BRI Super League belum pasti. Meski demikian, sejumlah klub papan atas dikabarkan sudah mengantre untuk mendapatkan jasanya. โJalan Yano ke Timnas memang masih panjang, tapi ia akan menjadi rebutan banyak klub musim depan,โ tulis analis sepak bola dalam laporannya.
Kehadiran para pemain muda ini juga berdampak pada persaingan di BRI Super League. Klub-klub mulai berlomba mengorbitkan talenta muda sebagai investasi jangka panjang. Dengan regulasi yang mewajibkan pemain U-23 mendapat menit bermain tertentu, kompetisi musim depan diprediksi akan semakin ketat. Pertanyaannya, mampukah para pemain ini mempertahankan konsistensi dan membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi?



