Kecelakaan Mini dan Gaun Macet: Petualangan Gauff Sebelum Pertahankan Gelar
Baca dalam 60 detik
- Coco Gauff melewati insiden kecelakaan ringan dan masalah busana sebelum menang mudah di babak pertama Roland Garros.
- Aryna Sabalenka, yang mengincar posisi nomor satu dunia, memulai dengan kemenangan straight set dan mengaku mengabaikan tekanan.
- Naomi Osaka lolos, sementara unggulan kelima Jessica Pegula langsung tersingkir di babak awal.

Perjalanan Coco Gauff mempertahankan gelar juara Prancis Terbuka dimulai dengan cara yang tidak biasa: kecelakaan mobil mini dan gaun yang macet. Namun, semua drama itu tidak menghalangi petenis Amerika Serikat berusia 22 tahun itu untuk meraih kemenangan 6-4, 6-0 atas rekan senegaranya Taylor Townsend di Court Philippe Chatrier, Selasa (27/5).
Gauff mengungkapkan bahwa dalam perjalanan menuju lokasi pertandingan, mobil yang ditumpanginya mengalami insiden kecil. "Ada tiang yang seharusnya turun, tetapi polisi menyuruh sopir untuk jalan, dan kami menabraknya," ujarnya kepada TNT Sports. Akibat benturan tersebut, jus yang dibawanya tumpah ke seluruh mobil. Gauff menambahkan bahwa kendaraan itu tidak bisa dikemudikan lagi, sehingga timnya harus mencari transportasi alternatif untuk tiba di Roland Garros.
Selain kecelakaan, Gauff juga menghadapi masalah teknis sesaat sebelum pertandingan. Gaun yang dikenakannya tersangkut, dan fisioterapisnya harus membantunya melepasnya di kamar mandi. "Hari yang penuh peristiwa, tetapi ketika hal-hal seperti ini terjadi, itu membuat saya tidak terlalu memikirkan pertandingan," kata Gauff, yang tahun lalu mengalahkan Aryna Sabalenka di final setelah tertinggal satu set. Ia justru menganggap semua insiden itu sebagai pertanda baik.
Sementara itu, Aryna Sabalenka, runner-up tahun lalu, memulai kampanyenya dengan kemenangan 6-4, 6-2 atas Jessica Bouzas Maneiro asal Spanyol. Petenis Belarusia berusia 28 tahun itu telah menjadi nomor satu dunia selama 84 pekan terakhir, menggantikan Iga Swiatek pada Oktober 2024. Namun, posisinya kini terancam oleh Elena Rybakina, yang berada di peringkat kedua dengan selisih 1.255 poin. Rybakina harus mencapai semifinal untuk berpeluang menjadi wanita ke-30 dalam sejarah WTA yang meraih peringkat teratas. Sabalenka mengaku tidak peduli dengan tekanan tersebut. "Kita semua merasakan tekanan, itu bagian dari hidup, jadi saya belajar untuk mengabaikannya," katanya kepada penonton.
Sabalenka juga menunjukkan peningkatan dalam permainan net, yang menurutnya menjadi bagian paling menyenangkan dari permainannya saat ini. Ia akan menghadapi petenis Prancis Elsa Jacquemot di babak berikutnya. Di sisi lain, Naomi Osaka, juara Grand Slam empat kali, tampil memukau dengan gaun emas berkilau saat mengalahkan Laura Siegemund 6-3, 7-6 (7-3). Namun, unggulan kelima asal Amerika Serikat, Jessica Pegula, harus angkat koper setelah kalah dalam tiga set dari Kimberly Birrell asal Australia.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa para petenis top di Roland Garros selalu menjadi tontonan menarik. Meski tidak ada wakil Indonesia, turnamen ini memberikan gambaran tentang persaingan ketat di puncak tenis dunia, terutama perebutan posisi nomor satu antara Sabalenka dan Rybakina. Pertanyaan besarnya: mampukah Sabalenka mempertahankan mahkotanya sekaligus status nomor satu, atau justru Rybakina yang akan menorehkan sejarah baru?



