007 First Light: Dukungan Upscaling Terbatas, Pemilik GPU AMD dan Intel Gigit Jari
Baca dalam 60 detik
- Game aksi mata-mata terbaru IO Interactive hanya mendukung DLSS 4.5 milik Nvidia, sementara FSR 4 dan XeSS tidak berfungsi sama sekali.
- Keterbatasan ini disebabkan integrasi FSR 3.1.5 secara langsung ke dalam kode game, bukan melalui API eksternal yang memungkinkan penggantian versi.
- Absennya dukungan ray tracing dan path tracing yang hanya dijanjikan untuk GPU Nvidia di masa depan membuat game ini terasa setengah matang.

IO Interactive, studio di balik seri Hitman, baru saja merilis 007 First Light—sebuah game aksi mata-mata yang mengisahkan masa muda James Bond. Namun, kegembiraan pemain dengan kartu grafis AMD dan Intel harus pupus. Game ini hanya mendukung DLSS 4.5 milik Nvidia, sementara FSR 4 dan Intel XeSS tidak dapat diaktifkan sama sekali.
Masalah ini bukan sekadar bug yang bisa diperbaiki dengan pembaruan driver. Menurut laporan dari beberapa penguji, IO Interactive mengintegrasikan FSR 3.1.5 langsung ke dalam kode game, bukan melalui API eksternal seperti yang lazim dilakukan. Akibatnya, pemain tidak bisa mengganti FSR 3.1.5 dengan FSR 4 yang lebih baru, meskipun GPU mereka mendukungnya. Intel XeSS bahkan tidak didukung sama sekali.
Keterbatasan ini menjadi sorotan karena game modern seperti 007 First Light sangat bergantung pada teknologi upscaling untuk mencapai performa tinggi di resolusi 4K atau 1440p. Tanpa FSR 4 atau XeSS, pemilik GPU AMD Radeon RX 7000 series ke atas dan Intel Arc harus mengandalkan resolusi native yang lebih rendah atau menurunkan pengaturan grafis. Sementara itu, pemilik GPU Nvidia GeForce RTX 40 series bisa menikmati DLSS 4.5 yang memberikan peningkatan frame rate signifikan.
Keputusan IO Interactive ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan game tersebut. Analis industri menilai bahwa 007 First Light tampaknya dirilis lebih awal, dengan beberapa fitur yang belum matang. “Sepertinya game ini butuh beberapa bulan lagi di dalam oven,” tulis akun @mpr_reviews di media sosial, merangkum kekecewaan komunitas. Tidak hanya masalah upscaling, game ini juga tidak mendukung ray tracing saat peluncuran. Path tracing baru akan hadir melalui pembaruan di masa depan, dan kemungkinan besar hanya untuk GPU Nvidia.
Bagi gamer di Indonesia, situasi ini cukup merugikan. Pasar GPU di Indonesia didominasi oleh Nvidia, namun pangsa AMD dan Intel juga tidak bisa diabaikan. Banyak gamer yang baru saja membeli GPU Radeon RX 7800 XT atau Intel Arc A770 dengan harapan bisa menikmati game AAA dengan upscaling berkualitas. Ketiadaan dukungan FSR 4 dan XeSS di 007 First Light membuat investasi mereka terasa kurang optimal. Apalagi, harga GPU di Indonesia masih relatif tinggi akibat pajak dan fluktuasi kurs.
Ke depan, IO Interactive perlu segera memberikan klarifikasi. Apakah mereka akan merilis patch untuk menambahkan dukungan FSR 4 dan XeSS? Ataukah game ini akan selamanya menjadi eksklusif Nvidia dalam hal upscaling? Jika tidak ada perubahan, 007 First Light berisiko mendapat reputasi buruk di kalangan pengguna GPU non-Nvidia, yang justru merupakan segmen pasar yang besar. Pertanyaannya, apakah IO Interactive akan mendengarkan keluhan komunitas atau tetap pada keputusan teknisnya?



