Ella Toone: Menjembatani Duka dan Sepak Bola, Warisan Sang Ayah Hidup Lewat Akademi Putri
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Timnas Inggris dan Manchester United, Ella Toone, kehilangan ayahnya, Nick, pada September 2024, tiga hari sebelum ulang tahunnya yang ke-60.
- Toone kembali berlatih sehari setelah pemakaman dan mencetak gol pertamanya sejak kepergian sang ayah pada Januari 2025, setelah cedera memaksanya istirahat dan menjalani konseling.
- Bersama tunangannya, Joe Bunney, Toone melanjutkan mimpi sang ayah mendirikan akademi sepak bola putri ET7 Academy sebagai bagian dari warisannya.

Gelandang Timnas Inggris dan Manchester United, Ella Toone, tengah mempersiapkan pernikahannya pada Juli mendatang dengan satu kursi kosong yang akan selalu mengingatkannya pada sang ayah, Nick. Pria yang menjadi alasan utama di balik setiap gol yang ia cetak dan karier cemerlangnya itu meninggal dunia pada September 2024, hanya beberapa hari sebelum ulang tahunnya yang ke-60. Dalam sebuah dokumenter BBC terbaru berjudul 24 Hours with Ella Toone, pemain berusia 26 tahun ini membuka lembaran duka yang ia jalani sebagai atlet profesional, serta bagaimana ia memastikan warisan sang ayah terus hidup melalui akademi sepak bola putri.
Nick Toone bukan sekadar orang tua biasa. Ia adalah penggemar berat sepak bola wanita—bahkan lebih dari sepak bola pria—dan tak pernah melewatkan pertandingan putrinya. Setiap laga, ia selalu merekam siaran televisi untuk ditonton ulang di rumah, lalu menelepon Ella untuk 'debrief' menyeluruh. "Dia terobsesi," kenang Toone. "Dia akan masuk ke pub mana pun dan membicarakan sepak bola wanita serta membicarakan saya." Tak heran, Nick menjadi kekuatan pendorong utama di balik perjalanan karier Toone, mengantarnya ke berbagai pelosok negeri untuk latihan dan pertandingan.
Kenyataan pahit mulai terkuak setelah final Piala Eropa 2022, saat Toone mencetak gol kemenangan Inggris atas Jerman. Keesokan harinya, ia baru tahu bahwa sang ayah telah didiagnosis kanker prostat—sebuah informasi yang sengaja disembunyikan Nick agar tidak mengganggu konsentrasi putrinya. "Dia tidak ingin siapa pun khawatir," ujar Toone. "Saya baru tahu lebih banyak sekarang setelah dia tiada." Ironisnya, kabar penyakit itu baru sampai ke telinga Toone sehari setelah Manchester United memenangkan Piala FA pada Mei 2024. "Setiap kali saya memenangkan sesuatu, hal buruk selalu datang setelahnya," keluhnya.
Nick meninggal tiga hari sebelum ulang tahunnya yang ke-60, hanya lima hari setelah Toone genap berusia 25 tahun. Keesokan harinya, Toone sudah kembali berlatih. "Saya langsung kembali ke sepak bola karena saya tahu itu yang dia inginkan," tegasnya. Pertandingan pertamanya di Old Trafford setelah kepergian sang ayah terasa berat, namun ia merasa harus bermain. "Saya tidak bisa hanya duduk meratapi dan memikirkannya sepanjang waktu. Saya tahu dia akan ada di sana dan menonton."
Dukungan terbesar datang dari tunangannya, Joe Bunney, yang juga kehilangan sahabatnya. Bunney, mantan pemain Rochdale yang kariernya terhenti akibat kecelakaan mobil pada 2019, kemudian mengambil alih mimpi Nick mendirikan akademi sepak bola putri. Bersama Toone, mereka mendirikan ET7 Academy. "Nick sangat menyukainya, melihat gadis-gadis muda ini bermain sepak bola. Seolah dia menjalani kembali kehidupan Ella," ujar Bunney. Toone bangga dengan dedikasi tunangannya. "Akademi ini adalah bagian dari warisan ayah. Dia senang menjadi bagian dari sesuatu yang memberi kesempatan bagi gadis-gadis muda."
Di tengah persiapan pernikahan yang akan digelar Juli mendatang, Toone mengaku akan ada banyak emosi campur aduk. Ia meminta pamannya, Dan, untuk mengantarnya ke pelaminan dan akan meletakkan topi di kursi yang seharusnya menjadi tempat duduk ayahnya. Meski tamu undangan dipenuhi pemain sepak bola, termasuk rekan setimnya di Timnas Inggris, Alessia Russo, yang menjadi pendamping pengantin, Toone berusaha menjaga hari istimewanya tetap bebas dari nuansa sepak bola. "Semua yang berhubungan dengan lagu sepak bola dilarang," tegas Bunney. "Keluarga saya menyanyikan lagu United dan teman-teman saya menyanyikan lagu City, itu tidak akan terjadi."
Menariknya, jadwal pernikahan Toone berpotensi bertepatan dengan pertandingan Piala Dunia pria 2026 jika Timnas Inggris lolos ke babak grup. "Semoga itu tidak mengganggu hari pernikahan," ujar Toone. "Saya memang tergila-gila dengan sepak bola, tapi saya rasa saya tidak akan menontonnya di hari pernikahan saya." Dokumenter 24 Hours with Ella Toone akan tayang perdana pada 29 Mei di kanal YouTube BBC Sport, BBC iPlayer, dan BBC Three.


