Ketupat Kandangan: Sarapan Khas Kalimantan yang Lezat Sepanjang Hari
Baca dalam 60 detik
- Ketupat Kandangan, hidangan khas Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, tidak hanya disajikan saat Lebaran tetapi juga menjadi menu sarapan sehari-hari.
- Keunikan ketupat ini terletak pada penggunaan beras lokal dari lahan gambut yang menghasilkan tekstur pera, serta pendamping wajib ikan haruan (gabus) yang diolah dengan santan dan rempah.
- Meskipun populer di daerah asalnya, menemukan ketupat Kandangan autentik di luar Kalimantan Selatan masih menjadi tantangan.

Ketupat Kandangan, hidangan tradisional yang berasal dari Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, menawarkan pengalaman kuliner yang unik. Berbeda dengan ketupat pada umumnya yang identik dengan momen Lebaran, kuliner ini justru dinikmati kapan saja, termasuk sebagai sarapan pagi yang mengenyangkan.
Ciri khas utama ketupat Kandangan terletak pada bahan baku dan cara penyajiannya. Beras yang digunakan bukan sembarang beras, melainkan varietas lokal yang ditanam di lahan gambut Kalimantan Selatan. Hasilnya, ketupat memiliki tekstur pera dan berbutir-butir, kontras dengan ketupat dari beras Jawa yang cenderung pulen. Bentuknya pun berbeda: ketupat Kandangan dibungkus segitiga sama sisi, bukan segi empat seperti lazimnya.
Lauk pendamping yang wajib ada adalah ikan haruan atau gabus. Ikan ini dipilih karena kelimpahannya di perairan sekitar Kandangan. Ikan haruan terlebih dahulu diasap, lalu dimasak dengan santan dan rempah-rempah seperti kayu manis, pala, cengkeh, dan kapulaga. Hasilnya adalah kuah kental berwarna kuning keemasan yang gurih dan aromatik. Perpaduan rasa manis alami ikan haruan dengan kuah santan yang kaya rempah menciptakan harmoni yang segar di lidah.
Meskipun populer di Kalimantan Selatan, menemukan ketupat Kandangan autentik di luar daerah asalnya bukan perkara mudah. Banyak perantau yang merindukan hidangan ini, namun hanya sedikit warung di perantauan yang menyajikannya dengan cita rasa yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa ketupat Kandangan bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya yang erat kaitannya dengan tempat asalnya.
Ke depannya, potensi ketupat Kandangan sebagai ikon kuliner nasional patut diperhitungkan. Dengan promosi yang tepat dan inovasi dalam pengemasan, hidangan ini bisa dikenal lebih luas tanpa kehilangan keasliannya. Pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif dapat berperan dalam memperkenalkan ketupat Kandangan ke kancah nasional, sekaligus melestarikan tradisi kuliner yang telah diwariskan secara turun-temurun.


