Mongabay Luncurkan Fellowship Y. Eva Tan: Menjawab Krisis Jurnalisme Lingkungan di Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Mongabay merespons tantangan jurnalisme lingkungan dengan program fellowship bernama Y. Eva Tan yang fokus pada peliputan konservasi di Indonesia.
- Program ini menyasar jurnalis dari kawasan tropis yang kaya biodiversitas, memberikan pelatihan dan pengalaman untuk meningkatkan kualitas peliputan isu lingkungan.
- Langkah ini diharapkan mampu mengisi celah keterbatasan sumber daya dan kebebasan pers yang kerap menghambat peliputan krisis iklim di daerah terdampak.

Mongabay, media nirlaba yang berfokus pada isu lingkungan, meluncurkan Program Fellowship Peliputan Konservasi Y. Eva Tan di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat jurnalisme lingkungan di tengah meningkatnya kerusakan ekosistem dan krisis iklim yang semakin nyata. Program ini memberikan kesempatan bagi jurnalis dari kawasan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati untuk meliput isu-isu lingkungan penting, sekaligus memperoleh pelatihan, pengalaman, dan kredibilitas yang diperlukan untuk mengembangkan karier mereka.
Langkah ini lahir dari keprihatinan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi jurnalisme lingkungan, seperti keterbatasan sumber daya, menyusutnya kebebasan pers, dan minimnya peluang bagi jurnalis muda. Padahal, persoalan lingkungan yang mendesak banyak terjadi di wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh perubahan iklim. Fellowship Y. Eva Tan hadir sebagai respon atas kebutuhan akan liputan yang mendalam dan berkualitas dari daerah-daerah tersebut.
Sejak diluncurkan, program ini telah menghasilkan sejumlah karya jurnalistik yang menyoroti berbagai permasalahan lingkungan di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah laporan tentang pencemaran perairan pesisir Bekasi yang berdampak pada nelayan, hilangnya burung migran di pesisir Banda Aceh, serta kearifan masyarakat adat Boti dalam menjaga hutan dan ketahanan pangan. Ada pula liputan mengenai dampak pertambangan nikel terhadap budidaya rumput laut di Tinanggea, serta rencana blok migas di Papua yang mengancam mata pencaharian nelayan Jayapura.
Melalui fellowship ini, Mongabay berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak jurnalis yang kompeten dan peduli terhadap isu lingkungan. Program ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk memperkuat peran media dalam mengawal kebijakan dan praktik pembangunan yang berkelanjutan. Ke depannya, Mongabay berencana untuk memperluas jangkauan program ini ke lebih banyak wilayah di Indonesia dan negara tropis lainnya.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7183244/original/002499300_1779979290-73e29194-e437-4c19-b7f9-036854c92468.jpg)
