Gedung Bertingkat Ambruk di Filipina, Satu Tewas dan Puluhan Terjebak
Baca dalam 60 detik
- Sebuah gedung sembilan lantai yang masih dalam tahap konstruksi runtuh di Angeles City, menewaskan satu orang dan menyebabkan sekitar 20 pekerja diduga tertimbun.
- Tim penyelamat telah mengevakuasi 24 orang dari lokasi kejadian, namun proses pencarian terkendala oleh puing beton besar yang memerlukan alat berat.
- Insiden ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan dan manajemen proyek konstruksi di Filipina, yang kerap memicu kecelakaan serupa.

Seorang pria warga negara Malaysia tewas dan sekitar 20 orang lainnya dikhawatirkan masih tertimbun reruntuhan setelah sebuah gedung bertingkat yang sedang dibangun ambruk di Angeles City, sekitar 90 kilometer barat laut Manila, Filipina, pada Minggu dini hari (19/1). Insiden terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat saat sebagian besar pekerja konstruksi masih berada di dalam bangunan.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat gabungan telah berhasil mengevakuasi 24 orang dari lokasi gedung dan dua orang lainnya dari hotel terdekat yang terkena puing jatuh. Namun, proses pencarian masih terus berlangsung karena lima orang dipastikan masih terperangkap, dua di antaranya masih bisa berkomunikasi dengan petugas. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Filipina, Rico Kwan Tiu, mengungkapkan bahwa korban tewas sempat menghubungi penyelamat melalui telepon sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa saat dievakuasi.
Petugas informasi kota Angeles, Jay Pelayo, menjelaskan bahwa dinding dan perancah bangunan mengalami tekukan, menyebabkan tumpukan puing yang sulit dijangkau. βAda bongkahan beton besar yang perlu diangkat dengan alat berat. Ini menjadi tantangan utama dalam penyelamatan saat ini,β ujarnya kepada AFP. Saksi mata yang diwawancarai Daily Tribune mengaku mendengar suara gemuruh keras sesaat sebelum gedung ambruk, dan sempat kehilangan kesadaran sebelum terbangun melihat puing menutupi dua jalan.
Insiden ini kembali menyoroti lemahnya tata kelola proyek konstruksi di Filipina. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sektor konstruksi di negara tersebut kerap dihantui oleh perencanaan yang buruk, manajemen proyek yang tidak memadai, serta kesalahan desain. Sebelumnya, pada Januari lalu, longsoran tempat pembuangan sampah di Cebu menewaskan 11 pekerja dan menimbun sejumlah lainnya. Pemerintah setempat kini tengah menyelidiki penyebab pasti runtuhnya gedung, termasuk kemungkinan pelanggaran standar keselamatan.
Ke depan, insiden ini diharapkan menjadi momentum bagi otoritas Filipina untuk memperketat pengawasan terhadap proyek konstruksi, terutama yang melibatkan bangunan bertingkat tinggi. Tanpa perbaikan sistemik, risiko kecelakaan serupa akan terus mengancam keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar.



