CBRE Amankan Empat Pembeli Siaga untuk Rights Issue, Andry Hakim Masuk Daftar
Baca dalam 60 detik
- Emiten tambang CBRE menunjuk empat standby buyer, termasuk pengusaha Andry Hakim, untuk menyerap sisa saham rights issue yang tidak diambil pemegang saham.
- Langkah ini memberikan kepastian dana segar bagi perseroan di tengah ekspansi bisnis, sekaligus mengurangi risiko gagal serap.
- Dokumen kesanggupan telah diserahkan ke OJK, menandai tahap akhir menuju pelaksanaan PMHMETD I yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) resmi menunjuk empat pihak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dalam rangka rights issue atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh saham baru yang diterbitkan terserap optimal, sehingga target penggalangan dana perusahaan dapat tercapai.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), keempat standby buyer tersebut adalah PT Gunanusa Utama Fabricators, Global Tower Investments Limited, Andry Hakim, dan Gabriel Rey. Mereka telah menyatakan kesanggupan untuk membeli seluruh sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham yang memiliki Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Manajemen CBRE menegaskan bahwa perjanjian dengan para pembeli siaga telah ditandatangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajemen CBRE menyebutkan bahwa masing-masing pembeli siaga telah melengkapi surat pernyataan kesanggupan dan dokumen pendukung lainnya. Dokumen tersebut telah diterima oleh perseroan dan akan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta instansi terkait sebagai bagian dari kepatuhan regulasi. Seluruh informasi detail mengenai identitas pembeli siaga, hubungan afiliasi, dan pokok-pokok perjanjian akan diungkapkan secara lengkap dalam prospektus PMHMETD I.
Rights issue ini menjadi langkah strategis CBRE untuk memperkuat struktur permodalan dan mendanai rencana ekspansi ke depan. Dengan adanya kepastian dari para standby buyer, perseroan dapat lebih fokus pada penggunaan dana yang diperoleh, baik untuk pengembangan usaha, pelunasan utang, maupun modal kerja. Investor pun dapat melihat aksi korporasi ini sebagai sinyal positif atas komitmen manajemen dalam menjaga likuiditas dan pertumbuhan jangka panjang.
Ke depan, pelaksanaan rights issue CBRE akan menjadi salah satu indikator sentimen pasar terhadap emiten tambang di tengah fluktuasi harga komoditas. Keberhasilan penyerapan saham baru akan mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis perseroan. Dengan dukungan pembeli siaga yang solid, CBRE optimistis dapat menyelesaikan proses ini sesuai jadwal dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.



