Insiden Gas di Mal Mewah Tokyo: 19 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 19 orang dirawat setelah menghirup gas misterius di pusat perbelanjaan Ginza 6, Tokyo, yang diduga berasal dari semprotan cabai.
- Pelaku yang menyemprotkan zat iritan di dekat mesin ATM masih dalam pengejaran polisi, sementara pihak berwenang menerjunkan tim tanggap darurat.
- Insiden ini menyoroti kerentanan keamanan di tempat umum dan pentingnya respons cepat terhadap ancaman kimia non-mematikan.

Sebanyak 19 orang dilarikan ke rumah sakit setelah sebuah aroma menyengat dilaporkan di kompleks perbelanjaan mewah Ginza 6, Tokyo, pada Senin (10/3). Insiden ini memicu respons darurat besar-besaran dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan tim medis yang langsung menutup akses jalan di depan pusat perbelanjaan tersebut.
Menurut keterangan juru bicara kepolisian setempat, seorang pria diduga menyemprotkan zat kimia di dekat mesin ATM di lantai dasar mal. Zat tersebut diyakini sebagai semprotan iritan yang mengandung capsaicin—senyawa aktif dalam cabai yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan kulit. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pengejaran otoritas, sebagaimana dilaporkan oleh NHK.
Sejumlah saksi mata melaporkan mengalami sensasi perih dan gatal di tenggorokan. Seorang wanita berusia 70 tahun yang berada di dekat lokasi kejadian menuturkan kepada AFP bahwa ia merasakan perih dan sakit saat mendekati ATM. "Begitu saya sampai, keributan sudah mulai terjadi, dan saya pikir mungkin ada kebakaran kecil atau sesuatu. Saat saya masuk ke sudut ATM, tenggorokan saya terasa gatal, hampir mati rasa," ujarnya.
Petugas berjas hazmat terlihat mengevakuasi pengunjung keluar dari mal, sementara foto-foto dari lokasi memperlihatkan garis polisi dan terpal yang dipasang di sekitar area kejadian. Langkah ini diambil untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan mencegah kontaminasi lebih lanjut.
Insiden ini mengingatkan kembali pada serangan gas saraf di Tokyo pada 1995, meskipun kali ini zat yang digunakan tergolong ringan. Namun, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan di tempat umum yang padat pengunjung. Pihak berwenang terus menyelidiki motif pelaku dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.



