ENIC Diminta Segera Lepas Richarlison: Performa Inkonsisten Jadi Beban Tottenham
Baca dalam 60 detik
- Richarlison tampil buruk saat Tottenham mengalahkan Everton, hanya mencatat 20 sentuhan dan 7 operan akurat.
- Striker Brasil itu dianggap tidak konsisten dan kontraknya tersisa satu tahun, membuat ENIC harus mengambil keputusan.
- Tottenham perlu perombakan besar di lini depan untuk menghindari ancaman degradasi di masa depan.

Tottenham Hotspur akhirnya memastikan diri bertahan di Premier League setelah mengalahkan Everton 1-0. Namun, kemenangan itu tidak menutupi fakta bahwa musim ini menjadi peringatan keras bagi manajemen klub. Untuk bangkit kembali, ENIC Group disebut harus berani melepas sejumlah pemain kunci, termasuk Richarlison.
Pemain internasional Brasil itu kembali menunjukkan performa yang jauh dari harapan saat dimainkan melawan Everton. Dalam 73 menit di lapangan, Richarlison hanya mencatatkan 20 sentuhan—lebih sedikit dari kiper Antonin Kinsky—dan melepaskan dua tembakan yang melenceng. Ia juga gagal melakukan satu pun dribel sukses, kalah dalam 80% duel tanah, dan hanya menyelesaikan tujuh operan akurat. Mantan pemain Tottenham, Jamie O'Hara, bahkan menyebut penampilannya "sangat buruk".
Meskipun Richarlison menjadi top skor tim dengan 11 gol dari 32 penampilan Premier League (20 starter), inkonsistensinya menjadi masalah serius. Ia kerap tampil brilian di satu pertandingan, lalu hilang di pertandingan berikutnya. Dengan kontrak yang tersisa hanya satu tahun, ENIC dihadapkan pada pilihan: memperpanjang atau menjualnya sekarang sebelum nilainya terus menurun.
20 sentuhan (lebih sedikit dari kiper Kinsky)
7 operan akurat
0 dribel sukses
80% duel tanah kalah
2 tembakan melenceng
Keputusan untuk melepas Richarlison bukan tanpa risiko. Dominic Solanke, striker utama lainnya, dikenal rentan cedera. Namun, Tottenham membutuhkan ujung tombak yang lebih dapat diandalkan untuk bersaing di papan atas. Selain itu, Randal Kolo Muani yang dipinjamkan juga gagal menunjukkan performa memadai dengan hanya satu gol sepanjang musim. Hal ini menunjukkan kegagalan di lini depan yang harus segera diperbaiki.
Direktur teknis Johan Lange juga perlu dievaluasi atas serangkaian kebijakan transfer yang kurang tepat. Musim ini menjadi bukti bahwa Tottenham tidak bisa lagi mengandalkan pemain yang sudah melewati masa jayanya. Perombakan besar diperlukan agar klub tidak kembali terancam degradasi.
Richarlison memang telah mencetak beberapa gol penting untuk Spurs, tetapi momen-momen itu kian tenggelam oleh penampilan buruk yang kerap terjadi. Jika ENIC serius ingin membawa Tottenham kembali ke jalur kompetitif, maka melepas Richarlison dan mendatangkan pemain muda yang haus akan prestasi adalah langkah yang tak terelakkan.



