Solidaritas Pengusaha Lokal Jadi Penyelamat Madura United dari Degradasi
Baca dalam 60 detik
- Madura United memastikan diri bertahan di BRI Super League setelah menaklukkan PSM Makassar 2-0 pada laga pamungkas.
- Presiden klub Achsanul Qosasi mengapresiasi kedisiplinan pemain yang tidak bergantung pada hasil tim lain dalam pertandingan hidup-mati.
- Bonus pemain berasal dari patungan pengusaha Madura, menandai peran vital komunitas bisnis lokal dalam menjaga eksistensi klub.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558728/original/075040300_1776477667-madura_4.jpg)
Madura United akhirnya mengamankan tempatnya di BRI Super League musim depan setelah menundukkan PSM Makassar dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026). Kemenangan tersebut memastikan Lulinha dan kolega terhindar dari jurang degradasi yang mengancam sepanjang pekan terakhir kompetisi.
Presiden klub, Achsanul Qosasi, tidak menyembunyikan rasa lega bercampur haru. Pria yang akrab disapa AQ itu mengungkapkan bahwa laga kontra PSM menjadi salah satu pertandingan paling menegangkan selama lebih dari satu dekade ia menangani tim. “Ini periode terberat. Tahun lalu kami sudah aman tiga laga sebelum akhir, tapi kali ini kepastian baru didapat di menit-menit terakhir,” ujarnya.
Dalam pertandingan penuh tekanan tersebut, AQ menekankan kepada para pemain untuk tidak bergantung pada hasil klub lain, terutama Persis Solo yang juga berjuang di zona merah. “Nasib kalian ada di tangan kalian sendiri,” tegasnya. Instruksi itu terbukti efektif; Madura United tampil disiplin dan solid, terutama di lini belakang yang berhasil mematikan seluruh serangan Juku Eja.
Meski bersyukur, AQ menyayangkan performa spartan seperti ini baru muncul di penghujung musim. Ia menilai dinamika tersebut sebagai drama sepak bola yang mendewasakan, namun berharap situasi serupa tidak terulang. Manajemen pun langsung mengalihkan fokus ke persiapan musim depan, termasuk mengamankan kontrak jangka panjang untuk lima pemain asing inti.
“Kami sudah mengikat beberapa legiun asing dengan kontrak panjang, sehingga mereka akan tetap bertahan. Untuk rencana keseluruhan, akan kami umumkan bertahap sambil menunggu kepastian regulasi musim depan,” ungkap AQ. Ia juga menyampaikan selamat kepada Persib Bandung yang berhasil merebut gelar juara musim ini.
Menutup pernyataannya, AQ menekankan pentingnya peningkatan kualitas kompetisi secara berkelanjutan. Menurutnya, ketatnya persaingan musim ini menjadi bukti bahwa Liga Indonesia terus berkembang. “Mari kita perbaiki sepak bola ini dengan baik. Kualitas kompetisi harus ditingkatkan setiap tahun demi kecintaan kita terhadap sepak bola,” pungkasnya.



