Angin Kencang Landa Bogor, 90 Rumah Warga Alami Kerusakan
Baca dalam 60 detik
- Hujan deras dan angin kencang di Desa Tamansari, Rumpin, Bogor menyebabkan 90 rumah rusak, mayoritas ringan.
- Tujuh rumah mengalami rusak sedang dengan tembok ambruk dan atap terbang, sementara 10 jiwa mengungsi ke rumah kerabat.
- BPBD Kabupaten Bogor mengerahkan tim reaksi cepat dan mendistribusikan terpal, serta mengimbau kewaspadaan cuaca ekstrem.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6895762/original/095825200_1779667127-WhatsApp_Image_2026-05-25_at_06.54.48.jpeg)
Bencana angin kencang yang disertai hujan deras melanda Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (24/5/2026). Akibatnya, sebanyak 90 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menyatakan bahwa kerusakan terparah terjadi di Kampung Parakanomas, mencakup tiga RT dan satu RW. Dari total rumah terdampak, tujuh unit masuk kategori rusak sedang—ditandai dengan ambruknya tembok dan atap yang diterbangkan angin—sementara 83 rumah lainnya mengalami rusak ringan, terutama pada bagian atap dan genting yang beterbangan.
Sebanyak dua keluarga dengan total sepuluh jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat lantaran atap rumah mereka rusak parah. Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Warga setempat mulai melakukan perbaikan mandiri secara swadaya.
BPBD Kabupaten Bogor segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparat desa. Selain itu, petugas memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat serta mendistribusikan bantuan terpal sebagai penanganan sementara. “Petugas juga telah mendistribusikan bantuan terpal kepada warga terdampak untuk penanganan sementara,” ujar Adam.
Kondisi di lokasi saat ini mulai kondusif, dan sebagian rumah telah diperbaiki sementara agar layak huni. BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi, mengingat musim pancaroba kerap memicu hujan deras dan angin kencang yang berisiko merusak bangunan serta menumbangkan pohon.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di tingkat komunitas, terutama di wilayah rawan cuaca ekstrem. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat sistem peringatan dini dan penyediaan logistik bagi warga terdampak.



