Transjakarta Rute PIK 2–Blok M Tembus 1,4 Juta Penumpang dalam Setahun, Tandai Pergeseran Mobilitas Urban
Baca dalam 60 detik
- Rute Transjabodetabek T31 (PIK 2–Blok M) mencatat 1,4 juta penumpang dalam satu tahun operasi, dengan lonjakan signifikan dari bulan pertama.
- Keberhasilan ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat yang mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, didorong oleh integrasi kawasan hunian, bisnis, dan wisata.
- Manajemen Transjakarta berencana meningkatkan kualitas layanan guna memperkuat tren positif ini dan memperluas aksesibilitas antarwilayah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3170929/original/048625300_1594007037-20200706-Bus-Listrik-Transjakarta-Balai-Kota---Blok-M-Diuji-Coba-FANANI-6.jpg)
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatatkan pencapaian signifikan pada layanan Transjabodetabek rute T31 yang menghubungkan PIK 2 dengan Blok M. Dalam periode satu tahun sejak peresmiannya, koridor ini telah melayani lebih dari 1,4 juta penumpang, menjadikannya salah satu rute lintas wilayah dengan tingkat okupansi tertinggi.
Rute yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 22 Mei 2025 ini menunjukkan pertumbuhan yang kontras. Pada bulan pertama operasi, T31 hanya mencatat 112.344 penumpang. Namun, angka tersebut meroket hingga menembus jutaan dalam kurun waktu 12 bulan, menandakan respons positif masyarakat terhadap layanan tersebut.
Menurut Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, tingginya minat publik tidak terlepas dari strategisnya jalur T31 yang mengintegrasikan kawasan hunian, pusat bisnis, hingga destinasi wisata populer di Jakarta dan sekitarnya. Ia menekankan bahwa penumpang sangat heterogen, tidak hanya pekerja kantoran tetapi juga mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin berwisata tanpa repot mencari parkir.
“Rute ini tidak hanya dimanfaatkan pekerja dan pelajar, tetapi juga wisatawan dan masyarakat yang ingin menikmati kawasan PIK maupun Blok M tanpa harus menghadapi kemacetan dan kerepotan mencari parkir,” ujar Ayu dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Fenomena ini dinilai sebagai indikasi pergeseran gaya hidup kaum urban yang mulai meninggalkan kendaraan pribadi. Ayu menambahkan, peningkatan mobilitas terutama terlihat pada akhir pekan dan hari libur, menunjukkan bahwa transportasi publik kini semakin menjadi bagian dari keseharian warga. Data manajemen juga mencatat tren serupa pada sejumlah rute Transjabodetabek lainnya, mengonfirmasi sinyal positif peralihan moda transportasi.
Kehadiran koridor PIK 2–Blok M membuka akses yang lebih praktis, aman, dan nyaman menuju pusat aktivitas ekonomi, kuliner, serta ruang publik. Hal ini tidak hanya memudahkan mobilitas tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur. Menyikapi antusiasme tersebut, manajemen Transjakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk memperkuat integrasi antarmoda dan memperluas jangkauan layanan ke wilayah penyangga.
Ke depan, langkah Transjakarta dalam mengembangkan rute strategis seperti T31 diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan transportasi publik di kota-kota besar lainnya. Dengan terus berinovasi dan merespons kebutuhan pengguna, layanan ini berpotensi mempercepat transformasi mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan.



