CT Corp dan BRI Berbagi Kiat Bisnis Digital di Jogja FinFest 2026
Baca dalam 60 detik
- Chairul Tanjung menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, terutama platform seperti TikTok, bagi pelaku usaha di era dominasi belanja online.
- Direktur Utama BRI Hery Gunardi menguraikan evolusi perbankan dari era konvensional menuju layanan digital yang lebih inklusif.
- Acara Jogja Financial Festival 2026 menjadi ajang edukasi bagi pelaku UMKM dan calon wirausaha untuk memahami tren bisnis terkini.

Jogja Financial Festival 2026 yang digelar di Jogja Expo Center, Yogyakarta, pada Sabtu (23/5/2026) menjadi panggung bagi para tokoh bisnis dan perbankan untuk berbagi wawasan. Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, bersama Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, memberikan paparan dalam sesi Educational Class yang menyoroti transformasi digital di sektor usaha dan keuangan.
Chairul Tanjung menegaskan bahwa pemahaman terhadap teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi siapa pun yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis. Menurutnya, model penjualan konvensional dengan toko fisik semakin ditinggalkan karena mayoritas konsumen dari generasi milenial, Z, dan alfa lebih mengandalkan platform e-commerce. "TikTok memiliki pengaruh luar biasa dalam promosi dan penjualan barang, bahkan telah melampaui Instagram dan Facebook. Jadi, pengusaha harus melek teknologi," ujar CT di hadapan peserta.
Sementara itu, Hery Gunardi membahas fungsi intermediasi perbankan yang menjadi sumber utama pendapatan bank melalui net interest margin. Ia juga mengajak peserta memahami evolusi perbankan, mulai dari era bank 1.0 yang mengandalkan transaksi manual (cek dan giro), bank 2.0 dengan layanan ATM 24 jam, hingga era digital saat ini. "Perbankan terus beradaptasi dengan perubahan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan mudah diakses," jelas Hery.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga memberikan edukasi praktis bagi para pelaku UMKM dan calon wirausaha. Para peserta mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam strategi bisnis, sekaligus memahami peran perbankan dalam mendukung pertumbuhan usaha melalui pembiayaan yang tepat.
Ke depan, kolaborasi antara sektor swasta dan perbankan seperti yang terlihat di Jogja FinFest 2026 diharapkan dapat mempercepat literasi digital dan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang memahami teknologi dan akses perbankan, ekosistem bisnis nasional diprediksi akan semakin kompetitif dan tangguh.



