Kisah Fabregas: Como Tembus Liga Champions untuk Pertama Kalinya
Baca dalam 60 detik
- Como memastikan tiket ke Liga Champions setelah menang 4-1 atas Cremonese dan hasil imbang AC Milan yang kalah dari Cagliari.
- Kemenangan ini menjadi puncak perjalanan klub dari kasta ketiga Serie A pada 2019 ke panggung Eropa hanya dalam dua musim di divisi utama.
- Kekalahan Cremonese memastikan degradasi mereka, sementara Juventus gagal lolos ke Liga Champions meski pertandingan mereka ditunda karena insiden suporter.

Como, klub yang baru dua musim kembali ke Serie A, mencatat sejarah dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Kepastian itu diraih setelah mereka mengalahkan Cremonese 4-1 pada laga pamungkas Serie A, Minggu (25/5/2025). Hasil ini diperkuat oleh kekalahan AC Milan 1-2 dari Cagliari, yang membuat Como naik ke peringkat keempat klasemen.
Kemenangan Como tidak lepas dari performa impresif sepanjang musim di bawah arahan Cesc Fabregas, yang mengambil alih kursi pelatih pada November 2024. Gol dari Jesus Rodriguez dan Tasos Douvikas membawa Como unggul 2-0 sebelum Cremonese memperkecil ketertinggalan lewat penalti Federico Bonazzoli. Namun, kontroversi terjadi saat wasit memberikan penalti untuk Como pada menit ke-70, yang memicu protes keras dari pemain Cremonese. Akibatnya, tiga pemain Cremonese—Alberto Grassi, Milan Djuric, dan David Okereke—diusir keluar lapangan. Como memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan gol keempat dari Da Cunha di menit akhir.
Keberhasilan Como juga didukung oleh hasil pertandingan lain. Roma mengalahkan Hellas Verona 3-0 dan mengamankan posisi ketiga, sementara AC Milan yang membutuhkan kemenangan justru takluk dari Cagliari. Hasil ini membuat Como melompati Milan yang merupakan tujuh kali juara Liga Champions. Sementara itu, Juventus yang memulai hari di peringkat keenam harus puas dengan Liga Europa setelah Roma dan Como sama-sama meraih kemenangan.
Pertandingan Juventus melawan Torino sempat ditunda satu jam karena alasan keamanan publik setelah seorang suporter Juventus dirawat di rumah sakit akibat bentrokan dengan fans Torino. Namun, hasil akhir laga tersebut tidak lagi berpengaruh pada peluang Juventus ke Liga Champions karena mereka sudah tertinggal poin dari Como dan Roma.
Pencapaian Como menjadi salah satu kisah paling menarik di Serie A musim ini. Klub yang pernah dilatih oleh legenda Arsenal tersebut menunjukkan bahwa perencanaan yang matang dan investasi cerdas bisa membawa klub kecil ke panggung terbesar Eropa. Musim depan, Como akan berhadapan dengan raksasa Eropa di Liga Champions, sebuah pencapaian yang hampir mustahil dibayangkan enam tahun lalu.



