Chelsea Incar Maxence Lacroix sebagai Bek Tangguh di Era Alonso
Baca dalam 60 detik
- Chelsea berencana merekrut Maxence Lacroix dari Crystal Palace dengan banderol £34 juta sebagai langkah awal restrukturisasi lini belakang.
- Bek Prancis berusia 25 tahun itu dinilai lebih unggul dalam duel fisik dibandingkan Levi Colwill yang baru pulih dari cedera ACL.
- Ketiadaan kompetisi Eropa musim depan memberi Xabi Alonso kesempatan fokus penuh membangun kembali konsistensi Chelsea di Premier League.

Chelsea mengakhiri musim 2025/26 Premier League di peringkat kesepuluh setelah dikalahkan Sunderland di laga pamungkas, sekaligus memastikan absen dari kompetisi Eropa musim depan. Kekalahan tersebut menjadi simbol kegagalan kolektif yang harus segera diperbaiki di bawah arahan pelatih anyar, Xabi Alonso.
Manajemen Chelsea dikabarkan tengah mengincar bek tengah Crystal Palace, Maxence Lacroix, sebagai rekrutan pertama era Alonso. Dilansir media Prancis, The Eagles mematok harga £34 juta untuk pemain berusia 25 tahun tersebut, meskipun Chelsea berharap negosiasi bisa menghasilkan angka yang lebih ringan. Langkah ini dipandang sebagai respons atas buruknya performa pertahanan yang tercermin dari peringkat expected goals against (xGA) yang juga berada di posisi kesepuluh.
Levi Colwill, yang sempat menjadi andalan di musim sebelumnya, hanya tampil dalam dua laga Premier League musim ini karena cedera panjang. Meskipun dianggap memiliki kemampuan distribusi bola yang baik, Colwill dinilai masih perlu pendamping yang tangguh secara fisik. Di sisi lain, Wesley Fofana justru menunjukkan inkonsistensi dan kurangnya pengendalian emosi, yang berpuncak pada kartu merah di laga terakhir melawan Sunderland.
Alonso dikenal menginginkan bek yang cepat, pekerja keras, dan mampu memulai serangan dari lini belakang. Lacroix, dengan postur 6 kaki 3 inci, memadukan keatletisan dan ketenangan dalam situasi bertahan. Ia juga memiliki kemampuan distribusi yang mumpuni, sehingga cocok dengan filosofi permainan Alonso yang mengedepankan penguasaan bola dan transisi cepat.
“Kombinasi antara passing halus ala Colwill dan pertahanan fisik yang selama ini kurang dimiliki Chelsea bisa menjadi solusi ideal. Lacroix bisa menjadi pemimpin baru di lini belakang,” tulis analis Football FanCast.
Tanpa beban kompetisi Eropa, Alonso memiliki jadwal yang lebih ringan untuk memoles taktik dan membangun kekompakan tim. Ini menjadi keuntungan tersendiri dibandingkan musim-musim sebelumnya ketika Chelsea harus berlaga di banyak ajang. Fokus penuh pada Premier League diharapkan mampu mengembalikan The Blues ke jalur persaingan gelar.
Keputusan untuk merekrut Lacroix juga bisa menjadi sinyal bahwa Chelsea siap melepas salah satu bek mereka, termasuk Fofana, untuk mendanai pembelian ini. Dengan era baru di bawah Alonso, Chelsea tidak hanya membutuhkan pemain berbakat, tetapi juga karakter yang mau berjuang untuk tim. Lacroix dinilai memiliki atribut tersebut.



